Hashim Sebut Indonesia Punya Kesempatan Turunkan Tarif Trump Sampai 1 Agustus 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia disebut-sebut masih memiliki peluang untuk menurunkan tarif yang dibanderol Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebesar 32%. Hal ini diungkapkan Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim, Hashim Djojohadikusumo saat hadir dalam Ulang Tahun ICDX ke-16.
“Kalau tidak salah ya Ibu Wamen (wakil menteri perdagangan), Indonesia diberikan waktu sampai 1 Agustus untuk merampungkan atau menyelesaikan tawaran kita kepada Pemerintah Amerika,” ujar Hasyim di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (9/7/2025) malam.
Baca Juga
Wall Street Melonjak di Tengah Badai Tarif Trump, S&P 500 dan Nasdaq Tembus Rekor
Dia mengakui bahwa kemarin Trump sudah mengirim pemberitahuan yang cukup keras bahwa Indonesia akan dikenakan tarif impor sebesar 32%, jika tidak menyesuaikan kehendak AS.
“Saat ini Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto sedang sibuk menyiapkan proposal untuk tawaran kita yang final. Kita diberikan waktu 25 hari lagi dan setau saya Pertamina dan ESDM sedang finalkan juga pengadaan LNG dan crude (minyak mentah),” papar Hashim.
Dia menegaskan bahwa semua fokus atau upaya Indonesia untuk menurunkan emisi karbon juga memiliki keterkaitan dengan masalah industri, hingga tarif. Bila tidak ada keringanan tarif, Hashim meyakini akan ada dampak negatif bagi industri di Indonesia
“Pasti ada dampak terhadap emisi kita jadi ini semua terkait,” imbuhnya.
Baca Juga
Rupiah Menguat di Tengah Drama Tarif Trump, Pasar Bingung tetapi Optimistis
Adik Presiden Prabowo Subianto itu pun berpendapat bahwa peran ICDX sangat penting di saat seperti ini. Bukan hanya terkait perdagangan komoditas namun juga memperlancar atau memperluas likuiditas Bank Indonesia.
“Sebagai salah satu pelaku usaha saya juga bisa merasakan manfaat bursa seperti ICDX. Malam ini secara pribadi dan utusan khusus, saya ucapkan selamat sudah bertahan 16 tahun mengarungi pasang surut bursa berjangka. Sukses, semoga terus di masa yang akan datang,” pungkasnya.

