Kurs Rupiah Beri Perlawanan pada DOlar AS Usai RI Pastikan Respons Tarif Trump
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) melemah usai Presiden Donald Trump mengumumkan tarif bea masuk ke sejumlah negara. Data Bloomberg menunjukkan indeks dolar AS melemah 0,21% ke level 97,2.
Sedikitnya 14 negara akan menghadapi tarif menyeluruh yang tinggi mulai 1 Agustus. Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan pemberlakuan tarif tinggi untuk impor dari sejumlah negara itu, dengan alasan memperbaiki defisit dagang dan menindak negara-negara yang dianggap memanfaatkan pasar AS. Tarif berkisar dari 25% hingga 40%, dan Indonesia dikenai bea masuk sebesar 32%.
Donald Trump mengumumkan bahwa Indonesia akan tetap dikenakan tarif resiprokal sebesar 32%. Penerapan tarif baru ini akan berlaku mulai 1 Agustus 2025.
Dalam serangkaian unggahan media sosial, Senin (7/7/2025), Trump membagikan tangkapan layar surat formulir yang mengatur tarif baru kepada para pemimpin Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Kazakhstan, Afrika Selatan, Laos, dan Myanmar.
Kemudian di hari yang sama, ia membagikan satu set surat lainnya yang ditujukan kepada pemimpin Bosnia dan Herzegovina, Tunisia, Indonesia, Bangladesh, Serbia, Kamboja, dan Thailand.
Sementara itu nilai tukar (kurs) rupiah memberikan 'perlawanan' sengit kepada dolar AS sepanjang perdagangan Selasa (8/7/2025) hari ini. Dari data Jisdor Bank Indonesia (BI) kurs rupiah tergelincir tipis 1 poin (0,02%) ke level Rp 16.238 per dolar AS, melanjutkan pelemahan pada perdagangan terakhir yang berada di posisi Rp 16.237 per dolar AS.
Sedangkan pada perdagangan spot, data Bloomberg menunjukkan kurs rupiah cenderung bergerak menguat signifikan 34 poin (0,21%) ke level Rp 16.205 per dolar AS.
Baca Juga
Gubernur BI Sepakati Asumsi Nilai Tukar Rupiah 2026 di Rp 16.500 hingga Rp 16.900 per US$
Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, dengan mundurnya pemberlakuan tarif baru, maka akan memberi waktu sekitar tiga minggu tambahan bagi setiap indonesia untuk membuat kesepakatan dengan Gedung Putih. Keputusan Trump tersebut dipandang banyak pihak menimbulkan ketidakpastian pasar.
Ia mengatakan tarif ini bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga strategi geopolitik dan negosiasi.
"Dalam konteks teori permainan, tarif ini adalah upaya AS untuk mengubah "payoff matrix" dalam hubungan dagang bilateral, memaksa Indonesia untuk mengevaluasi ulang strategi ekspor dan diplomasi dagangnya," ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (8/7/2025).
Pasar menyambut positif respons pemerintah Indonesia terhadap pemberlakukan tarif impor oleh Trump.
Diberitakan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan terbang ke AS usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto yang hadir di pertemuan anggota BRICS, di Rio de Janeiro, Brasil. Airlangga dijadwalkan tiba di AS pada Selasa (8/7/2025) waktu setempat.
“Menko Airlangga dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan perwakilan pemerintah AS untuk mendiskusikan segera keputusan tarif Presiden AS Donald Trump untuk Indonesia yang baru saja keluar,” kata Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, dalam keterangan resminya, Selasa (8/7/2025).
Haryo menjelaskan langkah Airlangga ke AS karena melihat masih tersedianya ruang untuk merespons kebijakan tarif resiprokal.
“Pemerintah Indonesia akan mengoptimalkan kesempatan yang tersedia demi menjaga kepentingan nasional ke depan,” ujar dia.

