Menteri Desa dan PDT Ungkap Realisasi Anggaran 2024 Turun Dibanding 2023
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Realisasi Anggaran Tahun Anggaran (TA) 2024 mengalami penurunan dibanding tahun 2023. Hal tersebut diungkapkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto dalam rapat kerja dengan Komisi V di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025).
"Realisasi Anggaran TA 2024 mengalami penurunan dibanding TA 2023, dikarenakan masih terdapat blokir anggaran yang tercatat dalam DIPA Tahun Anggaran 2024," kata Yandri.
Dalam paparannya diketahui realisasi anggaran 2024 sebesar 97,49% atau Rp 3.159.110.090.180 dari anggaran sebesar Rp 3.240.574.636.000. Sedangkan realisasi anggaran 2023 sebesar 98,13% atau sebesar Rp 3.115.269.990.171.
Sementara itu realisasi penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 18.161.248.725. "Realisasi penerimaan bukan pajak sebagian besar berasal dari Penerimaan Kembali Belanja Barang Tahun Anggaran Yang Lalu (TAYL) yang merupakan pengembalian atas temuan BPK pada tahun sebelumnya, pendapatan atas sewa gedung, penghapusan BMN melalui lelang, dan penjualan Hasil Produksi Non Litbang lainnya di lingkungan Kemendes, PDT," ujarnya.
Baca Juga
Kemendes akan Jalankan 12 Rencana Aksi, Salah Satunya Swasembada Pangan
Kemudian belanja pegawai 2024 sebesar Rp 279.415.025.476 atau 98,46%. Yandri mengatakan terdapat kenaikan belanja pegawai antara TA 2024 dengan TA 2023.
"Kenaikan tersebut dikarenakan pada awal tahun 2024 telah diberlakukan kenaikan gaji PNS sebesar 8% sesuai dengan Peraturan Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Nomor 12 Tahun, penambahan PPPK pada tahun 2024 serta pembayaran THR dan gaji ke-13 tahun 2024 yang dibayarkan 100%," ungkapnya.
Lalu belanja barang 2024 sebesar Rp 2.856.602.586.767 atau 97,48%. Kemudian belanja modal sebesar Rp 23.093.377.937 atau 87,80%.
"Terdapat penurunan realisasi belanja modal yang signifikan antara TA 2024 dengan TA 2023. Penurunan realisasi dikarenakan adanya pengurangan dan blokir anggaran," tuturnya.

