Selama Semester I-2025, Kemenkeu Optimistis dengan Kinerja Lelang SBN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut surat utang pemerintah masih memiliki kinerja yang prima. Ini ditandai dengan masih masuknya dana dari investor.
“Investor kita masih cukup kuat dan percaya terhadap APBN,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat paparan di Badan Anggaran (Banggar) DPR, dikutip Rabu (2/7/2025).
Sri Mulyani mengatakan bid to cover ratio Indonesia masih tinggi padahal situasi pasar global masih volatile. Bid to cover ratio Surat Utang Negara (SUN) tercatat 2,58 dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2,59 pada 2025.
“Investor asing masih menunjukkan minat yang cukup tinggi maupun investor lokal kita yang tetap loyal membeli Surat Berharga Negara (SBN)” kata dia.
Rata-rata incoming dari investor asing untuk pembelian SBN yaitu 21,2%. Sedangkan investor asing yang membeli surat berharga syariah yaitu 17,58% untuk SBSN.
“Yang kita kabulkan untuk membeli SBN hanya 19,35%” ujar dia.
Baca Juga
Sementara itu, untuk SBSN, tercatat investor yang dimenangkan sebesar 17,7%.
Dengan kondisi permintaan SUN yang masih stabil, Sri Mulyani mengatakan yield SBN tenor 10 tahun mengalami penurunan di 6,42% atau 34 bps secara tahunan. Angka ini sempat melonjak akibat pengumuman tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yaitu berada di posisi 6,62%.
“Spread kita juga termasuk yang terendah. Mungkin kita comparable-nya dengan India dan Filipina. Jangan dibandingkan dengan Brazil,” jelas dia.
Dari data Januari sampai 26 Juni 2025, spread yield SBN tenor 10 tahun dengan yield US Treasury 10 tahun saat ini sebesar 240 bps. Sementara, dibandingkan dengan India dan Filipina, spread yield SBN yaitu 240 bps dan 207 bps.
Sri Mulyani menjelaskan terjaganya spread yield SBN tenor 10 tahun karena pasar mengetahui pengelolaan APBN yang terjaga secara hati-hati.
“Maka mereka (investor) juga punya confidence terhadap SBN,” ucap dia.
Kepercayaan diri investor ini dibuktikan dengan akumulasi bersih beli-jual non-residen terhadap SBN. Dari data per 25 Juni 2025, total dana asing yang masuk di SBN tercatat net-buy sebesar Rp 40,81 triliun.

