Keputusan Fed Bikin Dolar AS Menguat, Rupiah Tersungkur
JAKARTA, investortrust.id - Keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga mengerek indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat sepanjang hari ini. Menguatnya dolar AS di satu menekan nilai tukar (kurs) rupiah. Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI) kurs rupiah tersungkur 59 poin (0,36%) ke level Rp 16.378 per dolar AS.
Pada perdagangan spot, data Bloomberg pukul 16.00 WIB menunjukkan kurs rupiah morosot hingga 93 poin (0,57%) ke level Rp 16.406 per dolar AS. Adapun Bloomberg juga mencatatkan indeks dolar AS (DXY) menguat 0,01% ke level 98,9.
Diberitakan The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya tetap pada 4,25%–4,50% pada hari Rabu (18/6/2025) waktu setempat, mempertahankan ekspektasi untuk dua kali pemotongan suku bunga seperempat poin akhir tahun ini. Ketua Jerome Powell menekankan bahwa inflasi harga barang kemungkinan akan meningkat musim panas ini karena tarif yang baru-baru ini diberlakukan oleh Presiden Trump mulai melewati rantai pasokan ke konsumen.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam laporannya menuliskan, The Fed memproyeksikan laju pelonggaran yang lebih lambat ke depannya, memperkirakan suku bunga akan turun menjadi 3,6% pada tahun 2026, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,4%. Untuk tahun 2027, ia melihat suku bunga pada 3,4%, direvisi naik dari 3,1%.
Baca Juga
Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.319 per Dolar AS, Setelah BI Pertahankan Suku Bunga
Pejabat senior AS sedang mempersiapkan serangan potensial terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang, Bloomberg melaporkan pada hari Rabu, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
"Persiapan tersebut menandakan bahwa Washington mungkin memposisikan diri untuk terlibat langsung dalam konflik Israel-Iran, kata laporan itu. Meskipun rencana masih belum pasti, beberapa pejabat menunjuk akhir pekan sebagai kemungkinan waktu untuk bertindak," tulis Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (19/6/2025).
Sementara itu Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa ia memiliki "ide" tetapi akan memutuskan pada saat-saat terakhir. Ia mengatakan bahwa ia mungkin akan menyerang Iran atau tidak, dan menyatakan bahwa Iran sangat ingin terlibat dalam perundingan.
Laporan Wall Street Journal sebelumnya mengatakan bahwa Presiden Trump memberi tahu para pembantu seniornya pada Selasa malam bahwa ia telah menyetujui rencana untuk menyerang Iran tetapi menghentikan tindakan tersebut untuk melihat apakah Teheran akan mundur dari ambisi nuklirnya.

