Perang Iran-Israel Bisa Hantam Ekonomi Indonesia karena Harga Minyak Melambung
JAKARTA, Investortrust.id - Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengungkapkan perang Iran-Israel berpotensi menghantam perekonomian dalam negeri karena mengerek harga minyak dan gas (migas).
"Pertama, harga minyak dan gas akan naik, membuat inflasi naik, harga produksi naik, pertumbuhan ekonomi melambat," kata Anthony kepada Investortrust.id, Kamis (19/6/2025) malam.
Anthony mengatakan, dampak bergejolaknya Timur Tengah kini harga minyak mentah sudah naik hampir 30% dalam 3 minggu terakhir ini. Selain itu, perang juga memberi dampak bagi impor ekspor. "Impor akan naik, ekspor akan turun, defisit neraca transaksi berjalan membesar, kurs rupiah akan melemah," ujarnya.
Baca Juga
Konflik Israel-Iran Ancam PLTN Bushehr, IAEA Ingatkan Potensi Krisis Radiasi
Tidak hanya itu, Investasi juga diproyeksi melemah, serta menekan pertumbuhan ekonomi. Dia memprediksi akan terjadi capital outflow yang membuat kurs rupiah melemah. "Kalau perang meluas melibatkan beberapa negara lainnya, maka krisis ekonomi sulit dihindari," tuturnya.
Anthony menilai, perang Israel-Iran merupakan permasalahan faktor eksternal, yang dampaknya sulit bisa dihindari. Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional agar tidak turun tajam, ia mengimbau pemerintah memberlakukan insentif fiskal dengan menurunkan pajak dan dari siis moneter memangkas suku bunga.
Harga minyak global melonjak sekitar 3% pada Kamis (19/6/2025). Kontrak Brent sebagai acuan global ditutup menguat 2,8% atau naik US$ 2,15 menjadi US$ 78,85 per barel, penutupan tertinggi sejak 22 Januari. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) acuan AS sempat menyentuh US$ 77,58 per barel, naik 3,2% dalam sesi perdagangan.
Baca Juga
Trump Beri Iran ‘Ultimatum Terakhir’, AS Siapkan Evakuasi Warga dari Israel
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza sebelumnya menyebutkan, pengiriman logistik global akan terganggu imbas konflik Timur Tengah antara Iran dan Israel yang berdampak pada impor bahan baku industri di dalam negeri.
Distribusi semakin terancam karena Iran berencana menutup sejumlah jalur logistik, salah satunya Selat Hormuz yang menjadi urat nadi jalur pasokan energi dunia.
Baca Juga
Perang Iran-Israel Ancam Rantai Pasok, Menperin Beberkan Dampaknya ke Industri Manufaktur Nasional
"Mudah-mudahan tidak mempengaruhi logistik walaupun hampir pasti itu akan berpengaruh besar, apalagi Iran mengancam menutup beberapa jalur logistik mereka," ucap Faisol saat ditemui di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (19/6/2025).
Wamenperin Faisol mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk memantau dampak perang Iran dan Israel. Salah satunya bagi industri di dalam negeri yang mengandalkan impor bahan baku.
"Terutama untuk beberapa bahan baku impor yang melalui jalur logistik di sana, maupun ekspor kita yang pasti akan berpengaruh," ungkap Faisol.

