Jaga Rupiah, BI Beli SBN Rp 80,98 Triliun dari Pasar Sekunder
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo membeberkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hingga 22 April 2025, BI telah membeli SBN senilai Rp 80,98 triliun di pasar sekunder.
“Dengan membeli SBN, kami menambah likuiditas di pasar uang maupun perbankan,” kata Perry dalam paparan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang digelar daring, Kamis (24/4/2025).
Menurut Perry Warjiyo, pembelian SBN merupakan salah satu langkah BI menjaga stabilitas rupiah. Selain itu, BI akan terus melakukan operasi moneter yang ekspansif melalui sejumlah instrumen, seperti temp repo, swap valas, dan instrumen lainnya.
Baca Juga
Gubernur BI menjelaskan, operasi moneter bakal diikuti rencana penurunan BI Rate. Namun, sebelum memangkas BI Rate, BI akan melihat kondisi inflasi di dalam negeri.
“Kami menunggu waktu yang tepat saat nilai tukar rupiah stabil. Kami masih melihat ruang penurunan suku bunga,” ucap dia.
Langkah lain untuk menjaga kondisi keuangan nasional, menurut Perry Warjiyo, adalah menambah atau meningkatkan insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) bagi bank-bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas.
Baca Juga
Hingga pekan kedua April 2025, kata dia, BI telah memberikan insentif KLM sebesar Rp 370,6 triliun. Melalui kebijakan ini, secara keseluruhan kondisi likuiditas di perbankan begitu memadai.
“Kami juga memperkuat implementasi ketentuan rasio pendanaan luar negeri untuk mendorong pendaan perbankan bagi manajemen likuiditas dan penyaluran kredit ke sektor riil,” tutur dia.

