Denmark Tawarkan Kerja Sama Teknologi Drone Laut untuk Pengawasan
JAKARTA, investortrust.id - Denmark menawarkan kerja sama teknologi drone laut untuk mendukung pengawasan serta memantau aktivitas di ruang laut Indonesia. Denmark dan Indonesia dapat bekerja sama terutama di bidang pemantauan penangkapan ikan ilegal.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono di kantor KKP, Jakarta. Keduanya membahas potensi kerja sama teknologi perikanan berkelanjutan untuk diterapkan di Indonesia. Pertemuan ini turut diikuti Duta Besar Denmark untuk Indonesia Sten Frimodt Nielsen.
Menteri Trenggono menunjukkan fasilitas Command Center yang dimiliki KKP. Ia juga memaparkan pelaksanaan program Ekonomi Biru yang menjadi kunci tata kelola kelautan dan perikanan berkelanjutan di Indonesia.
“Kami punya roadmap Ekonomi Biru untuk memastikan pengelolaan kelautan dan perikanan dilakukan secara berkelanjutan. Disamping itu kami juga memiliki Command Center sebagai pusat data monitoring untuk memastikan kegiatan di laut dilakukan secara berkelanjutan,” ucap Menteri Trenggono dalam keterangan di Jakarta, Selasa (22/04/2025).
Baca Juga
Rapat Dewan Gubernur BI Dibuka Rupiah Melemah, IHSG Lanjut Menguat
Teknologi satelit Command Center dipakai untuk monitoring pergerakan kapal-kapal perikanan yang beroperasi di laut Indonesia. Hasil monitoring satelit selanjutnya digunakan tim pengawas KKP untuk melacak kapal-kapal pelaku illegal unreported unregulated fishing (IUUF).
Menteri Trenggono berharap dukungan kerja sama teknologi satelit dari pemerintah Denmark, sehingga kinerja Command Center semakin kuat dan terintegrasi. Fasilitas ini difokuskan pada pengintegrasian seluruh sistem informasi yang ada di KKP, infrastruktur, data satelit, penyiapan sumber daya manusia, serta sistem pengawasan aktivitas pemanfaatan ruang laut.
Sementara dari pihak Denmark memaparkan teknologi drone laut yang diproduksi oleh perusahaan maritim di sana, yang dapat dipakai untuk mendukung pengawasan, serta memantau aktivitas di ruang laut. “Ini adalah tahun yang sangat istimewa karena sudah 75 tahun hubungan diplomatik antara dua negara. Meskipun jarak kita jauh, ada banyak kesamaan sebagai negara maritim,” ungkap Menlu Denmark Lars Løkke Rasmussen.
Oleh karena itu, lanjut Rasmussen, Denmark dan Indonesia dapat bekerja sama terutama di bidang pemantauan penangkapan ikan ilegal. Pada kesempatan itu, Rasmussen juga menyatakan terkesan dengan infrastruktur pemantauan laut yang dimiliki KKP.
Indonesia dan Denmark tercatat menjalin kerja sama perikanan sejak lama. Pada tahun 2024, neraca perdagangan produk perikanan Indonesia mengalami surplus dengan nilai ekspor ke Denmark mencapai US$ 6.449 juta, sedangkan nilai impornya US$ 5.709 juta.
Baca Juga

