Deal dengan Trump, Bos Nvidia Relokasi Pabrik AI Chip ke AS
Nvidia telah memproduksi chip AI terbaru, Blackwell, di pabrik TSMC, Phoenix, Arizona Sementara itu, ada dua fasilitas baru untuk manufaktur superkomputer yang sedang dibangun bersama Foxconn di Huston dan Dallas. Untuk pengemasan dan pengujian chip, Nvidia juga menggandeng Amkor dan SPIL di Arizona.
Produksi massal di Texas dijadwalkan akan meningkat dalam 12–15 bulan ke depan. Dalam empat tahun ke depan, Nvidia menargetkan bisa menghasilkan infrastruktur AI senilai hingga US$ 500 miliar dari dalam negeri.
“Mesin dari infrastruktur AI dunia kini mulai dibangun di Amerika Serikat, untuk pertama kalinya. Manufaktur lokal membantu kami memenuhi lonjakan permintaan, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan ketahanan operasional,” ujar CEO Nvidia Jensen Huang dikutip dari Reuters, Selasa (15/04/2025).
Baca Juga
Market Cap 1,76 kali PDB RI
Hingga 15 April 2025, kapitalisasi pasar (market cap) Nvidia Corp diperkirakan mencapai US$ 3,53 triliun. Ini menjadikannya sebagai salah satu perusahaan aling bernilai di dunia, bahkan sempat melampaui raksasa teknologi dunia Apple pada akhir Oktober 2024.
Lolos Larangan Ekspor ke Cina
Langkah penambahan investasi di ekonomi terbesar dunia itu disebut-sebut sebagai bagian dari kesepakatan Nvidia dengan pemerintahan Presiden Trump periode kedua. Kesepakatan ini disebut berhasil menyelamatkan chip H20 dari larangan ekspor ke Cina.
Sejumlah perusahaan teknologi lain juga ikut mengamankan posisi mereka di tengah arah kebijakan Gedung Putih untuk mempersempit defisit neraca perdagangannya. OpenAI misalnya, mereka menggandeng SoftBank dan Oracle dalam mengembangkan proyek pusat data Stargate senilai US$ 500 miliar, sementara Microsoft berkomitmen membangun pusat data AI senilai US$ 80 miliar pada tahun fiskal 2025, di mana setengahnya berlokasi di Negeri Paman Sam.
Namun, raksasa teknologi AS terus was-was dengan hambatan pasokan bahan baku dari China. Di sisi lain, kebijakan internal Trump yang melemahkan aturan Chips Act bisa menghambat investasi jangka panjang.
Meski begitu, Nvidia tetap optimistis. Perusahaan ini juga memperkirakan proyeknya akan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja dan menyumbang triliunan dolar AS dalam aktivitas ekonomi beberapa dekade ke depan. (C-13)

