Trump Tunda Kenaikan Tarif dan FFR Bisa Turun 75 Bps, Rupiah Rebound
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah rebound terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan Kamis (10/04/2025) pagi ini. Berdasarkan data Yahoo Finance, kurs rupiah menguat signifikan 90 poin (0,53%) ke level Rp 16.769 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Garuda melemah di posisi Rp 16.859 per dolar AS kemarin.
Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mencermati, menguatnya rupiah terhadap dolar bertepatan setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan keputusan untuk menunda tarif impor di sebagian besar negara selama 90 hari. Di satu sisi, Trump menaikkan tarif impor China menjadi 125%, yang efektif Rabu kemarin waktu setempat, karena Cina melakukan 2 kali retaliasi hingga total menerapkan tarif impor atas produk AS 84%.
"Pasar menguat setelah pengumuman tersebut. Ini karena penangguhan sementara tarif mengurangi kekhawatiran akan eskalasi langsung dalam perang dagang global," kata Andry dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (10/04/2025).
Baca JugaEmas Lolos BM Tinggi, Tarif Impor TPT dan Alas Kaki Dinegosiasi
Optimistis Cina Setuju
Trump, lanjut Andry, menyebut bahwa sebelum AS menyetujui penangguhan tersebut, sekitar 75 negara telah mendekatinya untuk menegosiasikan persyaratan perdagangan yang lebih baik. Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa China pada akhirnya akan menyetujui pengaturan perdagangan baru.
"Sementara itu, pasar sekarang memperkirakan penurunan suku bunga The Fed sebesar 75 bps pada akhir tahun ini," sebutnya.
Fed Funds Rate (FFR) saat ini masih bertahan di 4,25-4,50%. Sedangkan Bank Indonesia Rate juga ditahan di 5,75% sejak 15 Januari 2025.
Baca JugaIndonesia Tak Perlu Kirim Tim Negosiasi Kebijakan Tarif Trump
Andry juga mengatakan, mata uang rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih dibayang-bayangi tekanan dolar AS. Kurs rupiah terhadap greenback diprediksi bergerak di kisaran Rp 16.831 - Rp 16.933 per dolar AS.
"Megawati Soekarnoputri lebih banyak berbicara tentang pengalaman beliau sebagai presiden, ketika menghadapi situasi yang tidak gampang dalam pemulihan ekonomi nasional," kata Muzani di Jakarta, dikutip Investortrust Kamis (10/04/2025).
Muzani mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga bicara tentang tantangan global Indonesia saat ini. Ini termasuk akibat kebijakan skema tarif impor baru AS atas produk-produk Indonesia dan negara-negara lain, yang menambah ketidakpastian ekonomi global.
"Pak Prabowo sangat memperhatikan berbagai pandangan dan pengalaman yang pernah dilakukan Ibu Megawati dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.

