Emas Lolos BM Tinggi, Tarif Impor TPT dan Alas Kaki Dinegosiasi
JAKARTA, investortrust.id – Ekspor emas Indonesia lolos dari bea masuk (BM) tinggi yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sedangkan tarif impor resiprositas 32% yang diberlakukan AS kepada Indonesia, mulai 9 April 2025, bisa dinegosiasikan kembali untuk tekstil dan produk tekstil (TPT) serta alas kaki RI.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI Airlangga Hartato mengatakan, tarif resiprositas sektor alas kaki dan pakaian RI masih bisa dinegosiasikan kepada Amerika Serikat. “Pakaian dan alas kaki ini bukan sesuatu yang strategis bagi Amerika. Jadi masih terbuka ruang untuk negosiasi,” ucap Airlangga dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (08/04/2025).
Bahkan, sejumlah perusahaan besar seperti Nike telah meminta pertemuan daring dengan pemerintah Indonesia. Airlangga juga melihat ada peluang bagi Indonesia untuk mengambil alih pangsa pasar dari negara pesaing seperti Cina, Vietnam, Kamboja, dan Bangladesh. Sebab, tarif yang dikenakan AS ke negara-negara tersebut lebih tinggi dibanding Indonesia.
“Kemarin Nike dan beberapa perusahaan sudah minta untuk Zoom langsung dengan kami dan kami akan respons. Di sisi lain, tarif atas barang Vietnam lebih tinggi, jadi ada alasan kita replace. Dengan tawaran kita, ini jadi peluang dan harus cepat meningkatkan kapasitas dan efisiensi,” tutur Airlangga.
Ia mengatakan, harga jual rata-rata sepatu buatan Indonesia saat ini berada di kisaran US$ 15-20 per pasang. Untuk pakaian, angkanya juga relatif sama.
Dengan kondisi itu, Airlangga menilai dampak dari kebijakan tarif Trump tidak akan seberat yang sebelumnya dikhawatirkan.
Tembaga dan Furnitur Dikecualikan
Airlangga mengatakan, beberapa komoditas juga dikecualikan dari bea masuk tinggi AS. Selain emas, ada tembaga dan furnitur.
"Copper dan gold tidak dikenakan bea masuk tinggi. Ini karena mereka (AS) juga punya investasi di sini,” ujar Airlangga.
Baca Juga
Indonesia Tak Perlu Kirim Tim Negosiasi Kebijakan Tarif Trump
Emas Safe Haven
Airlangga juga menyebutkan pembentukan Kegiatan Usaha Bulion (KUB) atau bank emas (bullion bank) juga menjadi momentum yang tepat saat ini. Sebab, emas menjadi salah satu safe haven di tengah ketidakpastian perekonomian global akibat penetapan tarif impor resiprositas Amerika Serikat dan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Peluncuran bullion (bank) oleh presiden pada 26 Februari 2025 sangat tepat waktu. Emas kini menjadi instrumen lindung nilai yang penting, di samping dolar AS,” kata Airlangga.
Dia mengatakan, sudah terdapat dua bulion bank yang siap beroperasi. Meski begitu, proses operasional memerlukan regulasi tambahan karena transaksi bullion bank tidak bersifat gadai, melainkan dalam bentuk deposito yang bisa dijaminkan.
Baca Juga
Menko Airlangga: Pasar Domestik dan APBN Jadi Peredam Guncangan Ekonomi Global
Dia beharap ada percepatan regulasi bullion bank, sehingga bisa masuk lebih cepat dalam sistem perbankan nasional.
Emas Satu-satunya Naik Harga
Airlangga mengungkapkan bahwa penetapan tarif impor resiprositas yang disampaikan Presiden AS Donald Trump telah memicu lonjakan ketidakpastian ekonomi dan persepsi risiko global. Ancaman triple shocks terjadi, yang menyebabkan gejolak di pasar keuangan dunia dan pelemahan mata uang negara-negara berkembang.
“Banyak korporasi global menahan ekspansi dan investasi. Konsumsi ikut menurun,” kata dia.
Penurunan juga diikuti oleh harga komoditas strategis dunia. Minyak mentah Brent turun 20%, batu bara turun menjadi US$ 97 per ton, dan harga crude palm oil (CPO) juga turun.
“Satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah emas,” ujar dia.
Penurunan harga juga terjadi di komoditas pangan. Harga kedelai dan gandum mengalami penurunan. Penurunan harga komoditas global ini akan menahan tekanan inflasi di dalam negeri.
Dalam jangka pendek, dia menekankan, daya beli masyarakat terus dijaga melalui berbagai program. Selama ini, hal itu dilakukan seperti dengan tunjangan hari raya (THR) dan stabilisasi harga pangan.
"Stimulus ekonomi di antaranya diskon tarif listrik sudah dilakukan awal tahun. Ada pula subsidi motor listrik, dan relaksasi PPN (pajak pertambahan nilai) properti sudah diberikan," ucapnya.
Dorong PDB
Dia mengatakan, implementasi KUB bisa mendongkrak pendapatan domestik bruto senilai Rp 164,8 triliun dalam beberapa tahun mendatang. Tak hanya itu, kegiatan ini bisa mengerek investasi senilai Rp 111,6 triliun dan meningkatkan konsumsi domestik senilai Rp 261 triliun.
Selain keuntungan tersebut, dia mengatakan, penguatan KUB akan berdampak terhadap hilirisasi industri emas nasional. Kegiatan ini juga bisa menciptakan penghematan devisa hingga Rp 200 triliun per tahun.
“KUB juga bisa mendiversifikasi produk jasa keuangan. Selain itu, meningkatkan kapasitas pembiayaan,” ungkapnya.
Airlangga menyebut bahwa Indonesia merupakan produsen emas terbesar keenam di dunia tahun 2023, dengan produksi mencapai 110 ton dan cadangan emas 2.600 ton. Saat ini, terdapat 1.800 ton emas di masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk perekonomian nasional.

