Menko Airlangga: Pasar Domestik dan APBN Jadi Peredam Guncangan Ekonomi Global
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian global yang semakin meningkat, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Ia menyebut bahwa pasar domestik dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah berfungsi sebagai shock absorber atau peredam guncangan ekonomi dari luar.
"Rating Indonesia relatif stabil, sektor keuangan dalam kondisi baik, dan daya saing nasional terus meningkat. Ini semua menjadi indikator kekuatan fundamental ekonomi kita," ujar Airlangga dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia bertajuk "Memperkuat Daya Tahan Ekonomi di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan" di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Lebih lanjut, ia menambahkan, pengalaman saat pandemi Covid-19 dapat menjadi landasan yang kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. "Saat itu, kita mampu menjaga pasar domestik, memperkuat industri nasional, dan memanfaatkan APBN secara optimal. Pola yang sama kembali bisa kita terapkan dalam menghadapi ketidakpastian global saat ini,” ucap Airlangga.
Baca Juga
Airlangga juga menekankan pentingnya peran Indonesia di kawasan Asia Tenggara. “Posisi kita di ASEAN sangat kuat. Dalam konteks Indo-Pasifik, ASEAN menjadi kawasan yang semakin strategis, dan Indonesia memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dan kolaborasi ekonomi,” kata ia.
Dalam waktu dekat, ASEAN dijadwalkan menggelar Rapat Menteri Perdagangan pada hari Kamis (10/4/2025) esok untuk membahas langkah-langkah strategis kawasan dalam menghadapi tekanan global, termasuk dinamika ekonomi dengan Amerika Serikat (AS).
Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bakal ada rapat lanjutan di tingkat Menteri Perdagangan ASEAN dijadwalkan akan digelar hari Kamis (10/4/2025) esok. Rapat itu digelar untuk merumuskan langkah bersama dalam menyikapi dinamika perdagangan global yang semakin kompleks, termasuk dengan Amerika Serikat (AS).
Airlangga menambahkan, Presiden Prabowo Subianto disebut telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala negara, termasuk Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, sejak sebelum tarif diumumkan.
“Bapak Presiden sudah mengarahkan setelah hari ini kita akan memberikan masukan kepada Amerika untuk kita bisa memberikan respons dan harapannya tentu, Amerika sendiri kan ini dikenakan kepada seluruh negara, maka pada waktu yang sama seluruh negara ingin bertemu dengan Amerika,” pungkasnya.
Baca Juga
Airlangga Hartarto Ungkap Indonesia Sudah Kirim Surat Resmi ke AS Terkait Kebijakan Baru Trump
Airlangga mengungkapkan, kontribusi pasar Amerika hanya sebesar 17% terhadap total perdagangan Indonesia, sementara 83% lainnya tersebar di berbagai kawasan strategis lainnya yang kini tengah digenjot pemerintah. Pemerintah Indonesia pun saat ini tengah mendorong sejumlah inisiatif perjanjian dagang dan aliansi internasional sebagai upaya membuka akses pasar yang lebih luas di luar AS.
Sebelumnya sebagai respons atas kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump, pemerintah Indonesia telah menggelar rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (6/4/2025) lalu.

