93% Pasokan Lokal, PGN Tahan Guncangan Global dan Jaga Stabilitas Energi Domestik
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas Pertamina menegaskan ketahanan model bisnisnya di tengah ketidakpastian global, mulai gejolak geopolitik hingga potensi dampak kebijakan proteksionisme Amerika Serikat. Pasalnya, 93% pasokan gas PGN berasal dari domestik.
Dengan struktur bisnis terintegrasi yang sepenuhnya berbasis domestik—dari pasokan, infrastruktur, hingga pasar pelanggan—PGN mampu menjaga stabilitas operasional dan keuangan secara konsisten.
Baca Juga
Gas dari Laut Andaman, PGN (PGAS) dan Mubadala Siap Bangun Jalur Energi untuk Indonesia
“PGN memiliki resiliensi tinggi terhadap volatilitas global karena 93% pasokan berasal dari sumber domestik, didukung infrastruktur yang seluruhnya berada di Indonesia serta portofolio pelanggan yang berorientasi domestik. Hal ini menjadikan eksposur kami terhadap risiko eksternal relatif minimal,” ujar Direktur Utama PGN Arief S. Handoko dalam Seminar Emiten 2025 yang diselenggarakan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, seperti dikutip Senin (14/7/2025).
Ketegangan geopolitik dan kebijakan luar negeri AS diperkirakan menekan nilai tukar rupiah dan harga energi global. Dampaknya, komoditas ekspor, seperti elektronik, garmen, dan kulit berpotensi menurunkan aktivitas produksi, sehingga konsumsi gas industri diperkirakan turun sekitar 2,34%.
Di sisi pasokan, potensi gangguan pengiriman LNG global dari Qatar akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz juga perlu diwaspadai. Namun, PGN tetap berada dalam posisi aman berkat prioritas sumber gas domestik dan diversifikasi portofolio suplai.
Sebagai pengelola lebih 95% infrastruktur hilir gas nasional, PGN menjalankan strategi G-A-S (grow–adapt–step out) yang memungkinkan PGN untuk menumbuhkan pasar gas dan infrastruktur domestik, beradaptasi dengan dinamika suplai dan regulasi, serta menjaga kesinambungan layanan energi bagi pelanggan industri, komersial, UMKM, dan rumah tangga.
Baca Juga
PGN (PGAS) Bikin UMKM Medan 'Cuan' karena Produksi Lancar dan Biaya Energi Turun 50%
“Kami percaya fundamental domestik yang kuat adalah kunci ketahanan jangka panjang. Fokus kami tetap pada optimalisasi gas bumi nasional melalui efisiensi infrastruktur, diversifikasi pasokan, dan kesinambungan layanan,” ujar Arief.
PGN terus memperluas jaringan pipa dan terminal LNG untuk meningkatkan penetrasi pasar dan fleksibilitas pasokan energi ke berbagai wilayah. Optimalisasi operasional serta sinergi dengan Pertamina Group menjadi katalis penguatan profitabilitas.
PGN juga bersinergi dengan pemerintah dalam percepatan integrasi infrastruktur dan efisiensi logistik untuk mendukung harga gas yang kompetitif dan utilisasi energi domestik. “Kami terus memonitor dan mengevaluasi dampak global terhadap operasional dan struktur biaya. Namun secara fundamental, PGN berada dalam posisi yang kuat untuk menjaga keberlanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan pemegang saham,” tutup Arief.

