Trump di Atas Angin, Mengapa?
Oleh Anthony Budiawan,
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)
INVESTORTRUST.ID - Banyak pihak mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak rasional. Kebijakan tarif resiprositas Trump akan memicu perang dagang secara luas.
Amerika akan ditinggal sendirian. Amerika akan kelimpungan.
Namun, Sejauh ini, fakta menunjukkan sebaliknya. Hanya tiga negara/blok yang melawan, dengan memberlakukan retaliasi tarif resiprositas balasan. Mereka adalah Cina, Kanada, dan Uni Eropa. (https://www.wsj.com/livecoverage/trump-tariffs-trade-war-stock-market-04-02-2025/card/which-countries-are-retaliating-against-u-s-tariffs--tOAlkrrg7ejMADY5EVpN)
Sedangkan lebih dari 50 negara lainnya memilih jalur negosiasi. More than 50 countries have reached out to the White House to negotiate on tariffs, Kevin Hassett, the White House’s national economic council director, said on Fox News on Monday. (https://www.forbes.com/sites/alisondurkee/2025/04/07/will-trump-negotiate-tariffs-president-orders-talks-with-japan-and-says-he-wants-fair-deals-with-other-countries/)
Uni Eropa akhirnya juga melunak, membuka jalur negosiasi selebar-lebarnya. (https://www.mtv.com.lb/en/News/International/1563287/eu-prefers-negotiating-us-tariffs--but-will-start-collecting-duties-in-one-week)
Baca JugaBI Intervensi, Rupiah Rekor Lagi Terburuk Rp 16.859/US$, IHSG Jatuh Trading Halt
Mengapa Trump Menang Telak?
Sementara ini, Trump menang telak. Trump berada di atas angin.
Ini alasannya: Amerika dalam posisi nothing to lose. Dengan defisit neraca perdagangan mendekati satu triliun dolar AS, Amerika tidak mungkin bisa rugi lebih banyak lagi.
Baca JugaNavigating a Fragmented World: Indonesia’s Role in the New Geopolitical Order
Respons apapun dari dunia internasional, melanjutkan ‘perang’ atau negosiasi, ‘Perang dagang’ ini, kalau bisa disebut ‘perang’, akan memperbaiki neraca perdagangan AS.
Jadi Trump tidak akan mundur. Tujuan utamanya adalah memperbaiki neraca perdagangan AS. Kalau bisa mencapai benar-benar balans: zero deficit.
Tidak tanggung-tanggung, Amerika tidak hanya melihat tarif impor negara lain sebagai sumber defisit neraca perdagangannya. Ekonomi terbesar di dunia ini juga melihat hambatan nontarif banyak mitra dagang telah merugikannya.
Nampaknya, Amerika sudah mempelajari semua ini secara detail. Amerika well prepared. Siap masuk ke medan ‘perang’.
Oleh karena itu, tawaran Vietnam untuk menghapus tarif impor produk AS menjadi 0 persen ditolak. Tidak cukup. Amerika mau semua hambatan nontarif juga dihapus. (https://www.newsweek.com/vietnam-offer-remove-tariff-trump-trade-peter-navarro-2056149)
Take It or Leave It
Luar biasa. Tidak ada kompromi. Tidak ada negosiasi. Take it or leave it.
Trump benar-benar sangat serius memperjuangkan neraca perdagangannya mencapai zero deficit, menghapus semua hambatan perdagangan bagi produk AS.
Namun, perjalanan masih panjang. Apa yang akan terjadi ke depan masih penuh ketidakpastian.
Kita pun masih harus melalui jalan terjal dan berliku. Semoga selamat di jalan.
08 April 2025

