Indeks Dolar Melemah, Rupiah Anjlok Terendah Sepanjang Sejarah Rp 16.849/USD
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah dibuka anjlok ke level terendah sepanjang sejarah di pasar spot valas Selasa (08/04/2025) pagi, pada hari pertama pembukaan perdagangan setelah libur panjang dan cuti bersama momen Hari Raya Nyepi-Lebaran 28 Maret-7 April. Hal ini seiring tekanan sentimen kenaikan tarif impor dasar yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi 10% pada 5 April dan melonjak lagi jadi 32% untuk tarif resiprositas atas barang Indonesia.
Berdasarkan data Yahoo Finance, nilai tukar rupiah melemah 280 poin atau 1,69% pada pukul 10.15 WIB ke level Rp 16.834 per dolar AS, dibanding hari perdagangan sebelumnya. Bahkan, rupiah sempat menembus Rp 16.849 per dolar AS.
"Sentimen negatif datang dari keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump telah mengumumkan resiprositas tarif terhadap barang-barang impor AS (yang besarnya berbeda-beda tiap negara)," kata analis pasar modal Reza Priyamba di Jakarta, Selasa ini.
Baca Juga
Warga AS Demo Trump
Sementara itu, sebagaimana diperkirakan semula, indeks dolar AS bergerak melemah berdasarkan data Yahoo Finance, pada Selasa pagi. DXY yang mencatat pergerakan hard currencies lain terhadap greenback ini melemah 0,33 poin atau 0,32% ke level 102,93.
Indeks dolar yang makin melemah ini seiring banyaknya kecaman juga datang dari warga AS terhadap kebijakan Presiden Trump, bukan hanya dari luar negeri. Trump yang juga pengusaha real estate paling menonjol di New York terpaksa harus menelan pil pahit dari warganya sendiri, lantaran banyak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang kontroversial.
Pada Minggu kemarin (06/04/2025) waktu setempat, tercatat puluhan ribu warga AS berdemo memprotes Trump. Warga memadati jalan-jalan di ekonomi terbesar dunia itu.
Baca Juga

