Pemerintah RI Enggan Bocorkan Isi Penawaran untuk Negosiasi dengan AS
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah RI enggan membocorkan isi penawaran terkait negosiasi tarif impor Amerika Serikat (AS). Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menjelaskan tidak dapat membuka isi penawaran itu ke publik.
“Masa mau negosiasi kita bocorin?” ujar Febrio di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (7/4/2025).
Meski demikian, Febrio menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan akan menyiapkan isi penawaran agar upaya negosiasi yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dapat lengkap. “Supaya ketika nego bisa lebih lengkap dan cepat,” kata dia.
Ditemui terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno juga enggan memberi detail 'menu' apa saja yang akan ditawarkan ke pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Dia menjelaskan 'menu' yang ditawarkan hanya sesuai dengan tujuan negosiasi.
“Nanti juga keluar 'menunya',” kata Havas.
Baca Juga
Tarif Trump Ancam Industri Indonesia, Ekonom Harap BI Pangkas Suku Bunga
Havas menyebut proses perundingan tarif impor AS ini akan berlangsung panjang. Meski demikian, proses perundingan dagang ini tergantung terhadap apa yang disepakati antara Presiden Prabowo Subianto dan Menko Perekonomian Airlangga.
“Dari situ nanti kan bisa disampaikan kepada mereka, baru kita bisa cek optimis atau enggak,” ujar dia.
Baca Juga
Antisipasi Tarif Trump, Pengusaha Konveksi Harap Revisi Permendag 8/2024 Segera Dikebut
Havas melihat perdagangan Indonesia dengan AS bukan tipe perdagangan yang bersaing. Perdagangan bilateral ini bersifat komplementer. Ini ditunjukkan terhadap komoditas ekspor dan impor yang terjadi antara kedua negara.
“Lain kalau kita dengan negara-negara lain, kan kita punya produk kan sama,” kata dia.

