Dana Asing Masuk Saham Dua Hari Beruntun Rp 2,79 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Dana asing masuk makin besar ke pasar saham domestik menembus Rp 2,79 triliun dalam dua hari beruntun. Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia Selasa (25/03/2025), asing berbalik arah mencatatkan net buy saham Rp 0,21 triliun dan naik menjadi Rp 2,58 triliun pada Rabu, sehingga melambungkan indeks harga saham gabungan (IHSG) ke 6.472,36 atau menguat 5,05% dalam dua hari. Kembali mengalirnya dana asing ini seiring ditetapkannya pengurus lengkap Danantara Indonesia, sovereign wealth fund (SWF) baru yang akan mengelola aset BUMN Indonesia senilai US$ 900 miliar.
Aliran foreign capital inflows itu mengurangi akumulasi penjualan bersih saham oleh asing di Bursa Efek Indonesia month to date menjadi Rp 8,65 triliun hingga kemarin. “Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan net sell Rp 30,55 triliun. Ini setara US$ 1,84 miliar,” papar manajemen BEI dalam keterangan di Jakarta, Rabu (26/03/2025) sore.
Baca JugaPengurus Danantara Ditetapkan, Berikut Saham Diprediksi Reli
SBN Net Sell
Sedangkan di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi Selasa, dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan mencatatkan penjualan neto Rp 1,92 triliun.
Namun, secara month to date, asing masih mencatatkan pembelian bersih Rp 4,21 triliun hingga Selasa, Sedangkan secara year to date senilai Rp 17,72 triliun hingga Selasa.
Baca Juga
Asing Borong Saham Big Banks
Pada Rabu, aksi investor asing yang agresif beli bersih (net buy) saham senilai Rp 2,57 triliun itu mengangkat IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) ke 6.472,36. Indeks melonjak 236,74 poin atau 3,8%.
Investortrust mencatat, kenaikan indeks hari ini ditopang seluruh sektor saham. Ini seperti indeks sektor material dasar melompat 4,31%, sektor keuangan 3,60%, sektor infrastruktur 3,11%, sektor energi 2,51%, sektor properti 2,60%, dan sektor transportasi 4%.
Pemodal asing tercatat memborong saham empat bank besar, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 886,56 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 774,94 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 441,43 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 231,65 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 80,77 miliar.
Sebaliknya, lima saham dilanda penjualan bersih (net sell) oleh asing. Terbanyak adalah saham PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp 117,91 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 32,37 miliar, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI Rp 31,81 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 22,32 miliar, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 20,17 miliar.

