Bos LPS: Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Terhadap Pemerintah Naik Jadi 107,1
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hasil Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) LPS menunjukkan perbaikan. Terlihat dari Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang naik sebesar 11,4 poin secara bulanan menjadi 107,1 pada Februari 2025.
Ia menyebutkan kenaikan tersebut didukung perkembangan persepsi konsumen yang optimis terhadap kondisi ekonomi nasional dan di wilayahnya.
"Jadi dari survei itu kelihatan sekali sepertinya sudah mulai memberikan dampak, karena ketika saya tanya bagaimana pandangan anda terhadap kemudahan mencari pekerjaan sekarang 6 bulan ke depan dibanding 6 bulan yang lalu. Mereka bilang ke depan lebih mudah dan lebih luas lapangan kerja yang tercipta. Itu kata masyarakat," ujar Purbaya saat podcast Konvergensi di kantor investortrust.id, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Selain itu, perbaikan persepsi konsumen pada bulan lalu juga ditopang oleh sejumlah hal seperti penyaluran bantuan sosial (bansos) dan perbaikan infrastruktur umum, peningkatan harga jual produk masyarakat, panen tanaman pangan yang berhasil dengan baik, serta tekanan kenaikan harga sembako dan harga lainnya yang mereda.
Situasi ini sejalan dengan dimulainya panen raya tanaman pangan di sejumlah sentra produksi, diskon tarif listrik yang mendorong tingkat inflasi menurun, perbaikan infrastruktur umum jelang hari raya, dan ekspektasi kenaikan penjualan produk masyarakat.
Baca Juga
Meski IHSG Sempat Anjlok, Ketua LPS Sebut Ekonomi Indonesia Justru Alami Perbaikan Signifikan
"Kita tanya kepercayaan mereka terhadap pemerintah, bagaimana pemerintah menciptakan lapangan kerja, bagus atau enggak? Bagaimana pemerintah menciptakan pertumbuhan ekonomi, mengembalikan harga, menjaga keamanan dan lain-lain. Itu semua digabung menjadi indeks yang disebut indeks kepercayaan konsumen terhadap pemerintah," bebernya.
Secara tidak langsung, Purbaya menyebut bahwa survei tersebut merupakan penilaian langsung terhadap kebijakan Presiden. Walaupun saat ini terdapat banyak aksi demonstrasi, tetapi dengan adanya nilai survei IKK yang tinggi kepada Presiden, Purbaya menegaskan seharusnya itu tidak mengganggu Pemerintah dalam menjalankan program-programnya.
“Jadi walaupun sekarang banyak demo-demo, dengan nilai yang tinggi kepada presiden, rakyat nggak akan turun jalan. Jadi harusnya pemerintah bisa fokus menjalankan program-program tadi tanpa gangguan yang berlebihan,” ucapnya.
Sebagai informasi, pengumpulan data tersebut dilakukan melalui Survei Konsumen Perekonomian (SKP) dengan melibatkan lebih dari 1.700 responden (kartu keluarga/KK) di berbagai wilayah di Indonesia. Metode dalam riset ini menggunakan stratified random sampling dan wawancara tatap muka.
Dari sisi pendapatan rumah tangga (RT), IKK pada seluruh kelompok menguat pada Februari 2025 dan berada di atas level 100. Kenaikan IKK tertinggi terlihat pada kelompok RT berpendapatan hingga Rp 1,5 juta per bulan (naik 13,5 poin MoM) dan RT berpendapatan di atas Rp 1,5 juta - Rp 3 juta per bulan (naik 13,7 poin).
Sementara itu, IKK RT berpendapatan di atas Rp 3 juta - Rp 7 juta per bulan dan RT berpendapatan di atas Rp 7 juta per bulan masing-masing menguat 9,7 poin dan 0,4 poin.

