Kurs Rupiah Kian Terpuruk ke Rp 15.709/USD, BI Sebut Keyakinan Konsumen Terjaga IKK 123,5
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah bergerak makin terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat pada Selasa (8/10/2024) pagi. Hal ini seiring data tenaga kerja AS yang menguat, jauh di luar ekspektasi pasar.
Nilai tukar mata uang Garuda terhadap greenback tercatat Rp 15.709 per dolar AS pada Selasa pukul 09.44 WIB. Merujuk data RTI, rupiah melemah 34 poin atau 0,22% dibanding hari sebelumnya. Bahkan, dalam sepekan terakhir, rupiah sudah terdepresiasi 3,38%.
"Pasar mencermati pernyataan Gubernur The Fed Minneapolis Neel Kashkari, yang mengapresiasi data tenaga kerja AS yang dirilis akhir pekan lalu. Ia mengakui, saat ini, fokus The Fed tertuju pada pasar tenaga kerja AS,” kata analis Cheril Tanuwijaya saat membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Baca Juga
Dari komentar petinggi Bank Sentral AS tersebut, pasar menilai peluang The Fed memangkas suku bunga agresif di Federal Open Market Committee (FOMC) November 2024 menjadi sirna. Survei CME menunjukkan pasar melihat probabilitas 90% pada pemangkasan Fed Funds Rate hanya sebesar 25 bps, bukan 50 bps seperti diperkirakan sebelumnya. Saat ini, FFR berada di level 4,75-5,00%, setelah The Fed memangkas suku bunga acuan di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu bulan lalu.
"Bahkan, sekitar 10% pasar melihat tidak ada pemangkasan FFR sama sekali pada November," kata Head of Research Mega Capital Sekuritas ini.
Ada pula sentimen lain terkait geopolitik yang membebani. Hal ini menyangkut kekhawatiran eskalasi di Timur Tengah turut memicu kembali inflasi AS, menjauhi target inflasi negeri adidaya tersebut 2%.
Keyakinan Konsumen Terjaga, IKK 123,5
Sementara itu, pagi ini, Bank Indonesia menyebut keyakinan konsumen di Tanah Air tetap terjaga. Hal ini didasarkan pada hasil Survei Konsumen September 2024.
“Survei Konsumen Bank Indonesia pada September 2024 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga. Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2024 yang berada pada level optimis (>100), yakni sebesar 123,5,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan di Jakarta, 8 Oktober 2024.
Baca Juga
Harga Emas Antam Berbalik Naik Rp 3.000 Jadi Rp 1.481.000 per Gram
Ramdan menjelaskan, tetap terjaganya keyakinan konsumen pada September 2024 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), yang berada pada level optimistis. IKE tetap terjaga terutama didorong oleh Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja.
"IEK tetap terjaga didorong oleh optimisme pada seluruh komponen pembentuknya," papar dia.

