Asing Keluar Masif SBN dan Saham, Rupiah Rontok Tembus Rp 16.500/USD
JAKARTA, investortrust.id - Pasar keuangan masih bergejolak, dengan asing membukukan jual bersih di Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia menembus Rp 17,7 triliun pada perdagangan Senin (17/03/2025) dan di saham Rp 0,89 triliun, atau total Rp 18,59 triliun dalam sehari, berdasarkan catatan Riset Investortrust.id. Investor asing juga lanjut net sell jumbo di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 2,49 triliun pada Selasa (18/03/2025) dan indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat rontok 6,12% sehingga perdagangan dihentikan sejenak. Alhasil, Rabu ini, rupiah langsung merosot kembali menembus level psikologis Rp 16.500/USD lebih berdasarkan data Yahoo Finance.
Berdasarkan data Yahoo Finance, nilai tukar mata uang Garuda anjlok 105 poin atau 0,64% pada pukul 10.57 WIB Rabu (19/03/2025), ke level Rp 16.524 per dolar AS. Secara year to date, rupiah sudah terdepresiasi 2,73% terhadap greenback.
"Sentimen negatif juga datang dari keraguan investor terhadap perang dagang yang dilancarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (yang makin agresif). Selain itu, penantian terhadap pengumuman suku bunga The Fed pada hari Kamis nanti," kata analis pasar modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (19/03/2025).
Baca Juga
Ikuti Global, Harga Emas Antam Lanjutkan Rekor Tertinggi Jadi 'Segini'
Melemah terhadap Yen dan Euro
Rupiah juga melemah terhadap hard currencies yang lain Rabu siang, seperti yen Jepang dan euro. Depresiasi tajam rupiah terhadap berbagai mata uang justru terjadi di tengah Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) rapat bulanan selama dua hari ini.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah melemah 98 poin atau 0,55% terhadap euro, ke level Rp 18.067. Secara year to date, rupiah sudah terdepresiasi terhadap mata uang mayoritas negara yang bergabung dalam Uni Eropa itu mencapai 8,45%.
Rupiah juga terdepresiasi 0,58 poin atau 0,53% terhadap yen, ke level Rp 110,65. Sedangkan secara year to date, terdepresiasi 8,00%.
Baca Juga
Waduh Dana Asing Sehari Keluar Rp 18,59 Triliun, Dampak terhadap Pasar Bergejolak?

