Dua Kali Lipat, 75.000 Mobil Listrik Mengaspal Libur Lebaran
SUBANG, investortrust.id – Jumlah mobil listrik di Indonesia tumbuh luar biasa pesat. Pemerintah memprediksi sebanyak 75.000 mobil ramah lingkungan ini akan mengaspal di jalan tol selama libur Lebaran 2025/1446 Hijriah. Angka itu melambung 114,28% dibandingkan pada libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 sebanyak 35.000 electric vehicle.
Pertumbuhan penggunaan mobil listrik menjadi dua kali lipat lebih itu disampaikan Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Masyarakat Kementerian Pekerjaan Umum Tulus Abadi. “Kami kemarin baru rapat dengan Dirjen Listrik (Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM) dan PLN. Pada mudik Nataru kemarin ada 35.000 mobil listrik yang sudah mengaspal, dan diprediksi nanti ada 75.000 mobil listrik yang akan melakukan perjalanan mudik (Hari Raya Idulfitri 2025),” katanya dalam media gathering Lebaran 2025 Astra Infra Group, di Kantor Astra Infra Tollroad Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, dikutip Jumat (14/03/2025).
Baca Juga
Tak hanya itu, Tulus menyampaikan, saat ini telah tersedia sebanyak 105 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di sejumlah rest area atau tempat istirahat dan pelayanan (TIP) jalan tol. Terbanyak berada di Trans Jawa.
“Kalau di (Tol) Trans Jawa ada 53 SPKLU, kemudian di non-Trans Jawa ada 15 SPKLU. Sedangkan di (Tol) Trans Sumatra ada 37 (SPKLU),” papar dia.
Dia menambahkan, pihaknya telah mengecek SPKLU di ruas Tol Tangerang – Merak, Cipali, dan ruas-ruas lainnya di Tol Trans Jawa untuk kelaikan fungsinya pada periode angkutan Lebaran 2025.
Baca Juga
Diimbau Tertib
Tulus juga mengimbau kepada para pengguna mobil listrik yang akan bepergian di libur Lebaran agar tertib saat menggunakan SPKLU di sejumlah rest area. Hal ini agar tidak menimbulkan kepadatan pada masa peak season tersebut.
“Jadi, keberadaan SPKLU menjadi sangat penting dan lagi-lagi nanti masyarakat juga usahakan bergantian secara tertib, agar tidak menimbulkan antrean di SPKLU dan saling menunggu lama. Karena, ketika dia menunggu lama akan menambah masalah pergerakan (lalu lintas) dan kemacetan,” tutur dia.
Baca Juga
Vinfast Siap Bangun Pabrik di Subang, Bakal Produksi 50.000 Mobil Listrik per Tahun

