APBN Berbalik Defisit, Asing Kembali Net Sell Saham-SBN
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah rilis Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengenai realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) RI yang berbalik defisit pada dua bulan pertama tahun ini, asing juga berbalik mencatatkan net sell saham Rp 0,90 triliun pada Kamis (13/03/2025). Asing juga mencatatkan net sell di Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia senilai Rp 0,79 triliun pada Rabu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut realisasi pendapatan negara hingga Februari 2025 mencapai Rp 316,9 triliun. Namun, realisasi APBN 2025 hingga akhir Februari mengalami defisit Rp 31,2 triliun, berbalik dari periode sama 2024 yang masih surplus Rp 26 triliun dalam dua bulan pertama.
Baca JugaVinfast Siap Bangun Pabrik di Subang, Bakal Produksi 50.000 Mobil Listrik per Tahun
Aliran dana keluar itu kembali menambah akumulasi penjualan bersih saham oleh asing di Bursa Efek Indonesia month to date menjadi Rp 2,37 triliun hingga kemarin. “Sedangkan secara year to date, asing sudah mencatatkan net sell Rp 24,27 triliun,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta, Kamis sore.
Berdasarkan catatan Investortrust.id, aksi jual bersih oleh asing terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 436,68 miliar. Selain itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebanyak Rp 181,15 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 148,24 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 108,22 miliar, dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk sebesar (NSSS) Rp 31,94 miliar.
Sementara itu, defisit APBN terutama karena kinerja penerimaan pajak yang jeblok di tahun baru. Menkeu sebelumnya juga menimbulkan kontroversi, lantaran menunda pengumuman APBN Kita yang sudah rutin digelar sebagai laporan transparansi bulanan. Apalagi, banyak pengusaha mengeluhkan kesulitan menggunakan Coretax meski biaya pembuatan sistem administrasi pajak yang baru itu mencapai triliunan rupiah.
Penerimaan pajak tercatat hanya sebesar Rp 187,8 triliun. Ini merosot dalam mencapai 30,2% dibanding dua bulan pertama tahun lalu Rp 269 triliun.
Akibatnya, realisasi pendapatan negara hingga Februari 2025 merosot 20,85% ke Rp 316,9 triliun, sehingga menjadi lebih rendah dari realisasi belanja negara. Pada dua bulan pertama tahun lalu, realisasi pendapatan NKRI masih Rp 400,4 triliun.
Dampaknya, belanja kementerian/lembaga (K/L) hanya sebesar Rp 83,6 triliun. Jika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu, angka ini merosot 30,34%. Pasalnya, belanja K/L per 29 Februari 2024 tercatat sebesar Rp 120 triliun.
SBN Net Buy Rp 22,95 Triliun
Sedangkan di pasar SBN, data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu adalah transaksi pada Rabu, dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan mencatatkan penjualan neto Rp 0,79 triliun. Namun, secara month to date, asing masih mencatatkan pembelian bersih Rp 9,44 triliun hingga Rabu
Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan pembelian bersih di SBN tersebut mencapai Rp 22,95 triliun hingga Rabu.
Baca Juga

