Luhut Pandjaitan: Program Makan Bergizi Gratis Dapat Perkuat Pertanian Tanah Air
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan berkesimpulan program makan bergizi gratis (MBG) dapat memperkuat sektor pertanian Tanah Air. Kesimpulan itu muncul saat Luhut bertemu dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana untuk membahas berbagai program prioritas nasional. Beberapa di antaranya, peran Govtech dalam meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan hingga program makan bergizi gratis (MBG).
“Dampak MBG terhadap pertumbuhan ekonomi saya amati sangat nyata di lapangan. Dari data yang saya dapatkan, peningkatan permintaan beras, telur, dan ayam dari program ini saja mampu menyerap hasil produksi dalam negeri dan memperkuat sektor pertanian,” ujar Luhut, dalam keterangan resminya, Selasa (11/3/2025).
Baca Juga
Menko Pangan: Program Makan Bergizi Gratis Serap Anggaran Rp 2 Triliun Mulai Maret
Dalam pertemuan tersebut, Luhut juga ingin mempercepat sebaran MBG melalui digitalisasi. Dikatakan, digitalisasi yang lebih baik akan mempercepat transformasi berbagai sektor dan mendorong ekonomi nasional agar lebih kompetitif dan inklusif.
“Dengan sistem yang lebih terintegrasi, kebijakan yang dibuat akan bisa lebih tepat sasaran dan penggunaan anggaran menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Luhut juga menekankan program makanan bergizi gratis tidak hanya berkontribusi pada peningkatan gizi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga berpotensi menurunkan kemiskinan hingga 2,6%. Dengan target 82,9 juta penerima manfaat dan alokasi anggaran sebesar Rp 171 triliun, program ini menjadi salah satu inisiatif strategis yang harus didukung bersama untuk memastikan keberhasilannya.
Baca Juga
Kepala BGN Pastikan Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan saat Ramadan, Begini Mekanismenya
Selain menciptakan lapangan kerja, lanjut Luhut, MBG juga diproyeksikan mampu menurunkan ketimpangan hingga 3,6% serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai daerah. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada implementasi yang sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan.
“Guna memastikan keberlanjutan program makan bergizi gratis ini, saya juga meminta BGN untuk melakukan audit bertahap agar tata kelola program ini tetap kuat dan akuntabel,” tambah Luhut.
Saat ini, MBG telah berjalan di 38 provinsi dengan 2 juta penerima manfaat, didukung oleh 722 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang berperan dalam menjaga kualitas makanan dan memastikan distribusi yang lancar. Hingga akhir 2025, ditargetkan 32.000 SPPG beroperasi untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.

