Kepala BGN Pastikan Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan saat Ramadan, Begini Mekanismenya
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan 2025. Meski demikian, terdapat penyesuaian mekanisme distribusi makan bergizi gratis kepada anak sekolah.
Dadan menjelaskan, program makan bergizi gratis tetap dilaksanakan jika para pelajar masuk sekolah. Namun, makanan akan diberikan kepada pelajar di sekolah untuk dibawa pulang sehingga dapat dikonsumsi saat berbuka bagi yang berpuasa.
Baca Juga
Kepala BGN Ungkap Makan Bergizi Gratis Sudah Jangkau 2 Juta Penerima Manfaat di 38 Provinsi
"Mekanismenya berbeda seperti hari biasa. Kita akan berikan makan bergizi itu untuk dibawa pulang.Jadi untuk yang puasa bisa dimakan saat buka. Untuk yang tidak puasa bisa dimakan sembunyi di sekolah atau di rumah," kata Dadan dalam keterangan pers seusai melaporkan perkembangan pelaksanaan program MBG kepada Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2025).
Dadan mengatakan, jenis makanan yang didistribusikan saat Ramadan akan berbeda dengan hari biasanya. Selama Ramadan, menu yang dibagikan adalah jenis makanan yang lebih tahan lama, seperti susu, telur rebus, kurma, kue kering, dan buah. Dadan juga menyatakan bahwa pihaknya akan tetap memperhatikan komposisi gizi makanan yang mencakup protein, karbohidrat, dan serat.
"Mungkin juga sesekali ada bubur kacang hijau atau kolak. Yang jelas sumber komposisi gizinya tetap, di mana di situ ada protein, ada karbohidrat, dan ada serat," lanjutnya.
Kepala BGN menuturkan makanan yang diberikan saat Ramadan akan dikemas dengan bahan ramah lingkungan yang harus ditukarkan oleh anak-anak setiap harinya. Menurutnya, hal ini sekaligus mengedukasi anak-anak untuk disiplin dan mengurangi sampah.
"Jadi ada uji coba di Sukabumi, di mana anak-anak diberi makanan yang dibawa dengan kantong ke rumah, kemudian besoknya kantongnya harus dibawa kembali, ditukar dengan kantongnya isi, sehingga tidak menimbulkan sampah, dan melatih juga anak-anak supaya disiplin bahwa kantong itu bisa ditukar setiap hari," terangnya.
Baca Juga
Lewat Konferensi Video, Prabowo Pastikan Program MBG Berjalan Lancar di Daerah
Program ini, tambah Dadan, akan berlangsung hingga menjelang Idul Fitri dengan evaluasi rutin untuk memastikan efektivitasnya. Evaluasi akan dilakukan setelah satu minggu berjalan guna menentukan mekanisme yang tepat untuk pendistribusian makanan bagi seluruh anak Indonesia.
"Memang ada usulan kalau yang di daerah non-muslim tetap masak seperti biasa, tapi kan tetap ada yang puasa ya, jadi kita akan samakan. Nanti kita akan evaluasi setelah berjalan satu minggu apakah di daerah yang non-muslim sama seperti yang pada umumnya, atau diberikan treatment khusus," tegasnya.

