Asing Borong SBN, Net Sell di Saham
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing masih keluar dari pasar saham, dengan mencatatkan net sell sebesar Rp 0,84 triliun pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia Senin (10/03/2025). Sedangkan berdasarkan data terbaru Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), asing memborong Surat Berharga Negara (SBN) dengan mencatatkan net buy mencapai Rp 2,34 riliun pada Jumat (07/03/2025).
Aksi jual itu membuat asing menambah akumulasi penjualan bersih saham di Bursa Efek Indonesia month to date Rp 1,29 triliun. “Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan net sell Rp 23,19 triliun,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta, Senin (10/03/2025) sore.
Baca Juga
Masih berlanjutnya aksi jual pemodal asing itu berimbas menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI melemah 37,79 poin (0,57%) pada Senin, hingga kembali ke level 6.598. Net sell terbanyak melanda lima saham big cap yakni saham PT Bank MandiriT bk (BMRI) senilai Rp 397,63 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 84,34 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 69,60 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 55,74 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 54,99 miliar.
Sebaliknya, lima saham menorehkan pembelian bersih (net buy) oleh pemodal asing. Ini mencakup saham PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) Rp 56,85 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 51,67 miliar, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 33,96 miliar, PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) Rp 30,30 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 30,75 miliar.
Indeks sejumlah sektor saham anjlok hari ini, terutama dipicu kejatuhan sektor material dasar 3,24% dan sektor kesehatan 1,82%. Selain itu, indeks sektor keuangan turun 0,60%, sektor properti 0,82%, dan sektor infrastruktur 0,48%.
Sebaliknya penguatan melanda indeks harga saham sektor teknologi yang melonjak 5,32%. Hal ini setelah saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melanjutkan penguatan sebanyak 10% menjadi Rp 169.950.
Di tengah IHSG bergerak di zona merah, sejumlah saham masih menorehkan penguatan harga hingga auto reject atas (ARA). Ini mencakup saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) yang harganya melambung 35% menjadi Rp 189 dan PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) melonjak 34,62% menjadi Rp 70.
Net Buy SBN Rp 21,35 Triliun
Sedangkan di pasar SBN, data terbaru yang dirilis DJPPR Kemenkeu adalah transaksi Jumat lalu, dengan non-resident lanjut mencatatkan pembelian bersih SBN rupiah yang dapat diperdagangkan sebesar Rp 2,34 triliun. Pada hari sebelumnya, net buy bahkan menembus Rp 9,03 triliun.
Secara month to date, asing telah mencatatkan pembelian bersih Rp 7,84 triliun hingga Jumat lalu. Sedangkan secara year to date mencapai Rp 21,35 triliun hingga Jumat lalu.
Baca Juga
Rupiah Terus Menguat
Seiring dengan aksi asing memborong SBN RI, rupiah tercatat masih melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat sejak minggu lalu. Hal ini juga didorong pelemahan indeks dolar AS hingga Senin pagi.
Berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia, mata uang Garuda terangkat ke level Rp 16.326 per dolar AS pada penutupan perdagangan 10 Maret 2025. Nilai tukar menguat 10 poin atau 0,06% dibandingkan pada perdagangan terakhir hari sebelumnya 7 Maret 2025 sebesar Rp 16.336 per dolar AS.

