Indeks Dolar Terus Turun, Rupiah Melemah
JAKARTA, investortrust.id - Indeks dolar Amerika Serikat masih terus menurun sejak pekan lalu, namun kurs rupiah melemah pada perdagangan Senin (10/03/2025) pagi. Pada perdagangan valas di pasar spot, Yahoo Finance mencatat, mata uang Garuda bergerak melemah 5 poin atau 0,03% pada pukul 09.40 WIB, ke level Rp 16.294 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terhadap greenback ini berbalik arah dari tren yang terjadi pekan lalu. "Investor tengah menunggu laporan ekonomi penting AS, termasuk pembaruan sentimen konsumen dan inflasi. Sentimen pasar melemah lebih lanjut, setelah Presiden AS Donald Trump menggambarkan ekonomi sedang mengalami periode transisi," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro dalam keterangan di Jakarta, Senin (10/03/2025).
Tak Buru-Buru Pangkas Bunga
Data ekonomi AS terbaru menunjukkan hasil yang beragam karena laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan menunjukkan penggajian nonpertanian meningkat sebesar 151 ribu pada Februari, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,1%. "Ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan Trump juga menambah kegelisahan pasar, meski ia memberikan pengecualian sementara pada tarif impor barang dari Kanada dan Meksiko," ujarnya.
Saat ini, defisit perdagangan AS melebar ke rekor tertinggi pada 25 Januari, didorong oleh lonjakan impor sebesar 10% menjelang tarif yang diantisipasi. Selain itu, pemutusan hubungan kerja melonjak ke level tertinggi sejak 2020.
Namun, klaim pengangguran awal berada di bawah ekspektasi, sehingga memberikan sedikit kepastian. "Fokus investor kini beralih ke laporan pekerjaan, bersamaan dengan penampilan Ketua The Fed Jerome Powell, besok," tuturnya.
Baca Juga
Lewati Pekan Bergejolak, Pasar Asia-Pasifik Bergerak Beragam

