Jelang Lebaran, Pemerintah Masih Cari Harga Murah untuk Impor Gula
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang Bulan Puasa dan Lebaran, pemerintah masih mencari pasokan gula impor dengan harga murah. Pemerintah berencana untuk mengimpor 200 ribu ton gula untuk tahun 2025.
Direktur Utama ID Food Sis Apik Wijayanto menyebut pihaknya hingga saat ini masih melakukan negosiasi dengan negara lain untuk mendatangkan gula dengan harga murah ke dalam negeri. Ia mengatakan, pihaknya belum bisa mengungkapkan negara mana saja yang berpotensi untuk mendatangkan gula ke Indonesia.
“Kita memang sudah mendapatkan penugasan untuk importasi gula. Kita saat ini melakukan juga negosiasi dari berbagai sumber, mana-mana yang kira-kira available dan harganya juga tidak mahal,” ujar Sis Apik dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (27/02/2025).
Baca Juga
Harga gula sudah bergerak naik menjelang Bulan Puasa dan Lebaran. Berdasarkan data Bapanas, harga gula di dalam negeri sudah mencapai Rp 18.541 per kg secara nasional, lebih tinggi 5,95% dari Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp 17.500 per kg.
Cadangan Pangan Pemerintah
Lebih lanjut, Sis Apik menegaskan, impor gula yang akan dilakukan pemerintah sepanjang 2025 ini adalah untuk pemenuhan kebutuhan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Oleh sebab itu, ia memastikan importasi bukan untuk konsumsi masyarakat.
“Kalaupun impor, saat ini adalah untuk cadangan pangan pemerintah. Jadi sebetulnya kebutuhannya sudah cukup. Tetapi memang menjaga timing, jaga-jaga lho. Ini kan pada saat Mei, Juni, atau Mei sudah mulai giling sebetulnya. Ini yang kami jaga,” tuturnya.
Baca Juga
Qatar Groundbreaking Apartemen Duren Kalibata, Eks Perumahan DPR
Sebelumnya, hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. Ia mengatakan kalau importasi 200 ribu ton gula mentah pada tahun ini sebagai penguatan stok Cadangan Pangan Pemerintah. Ia juga menjamin tidak akan memberikan dampak ke petani, terutama saat panen.
"Kami bicara untuk peningkatan CPP, karena CPP gula ini perlu. Tadi harga gula dilaporkan BPS, harganya mulai bergerak naik. Kontribusi inflasinya 1,4%, sehingga kami semua memerlukan tambahan berupa raw sugar, yang nanti akan diproses untuk CPP," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (14/02/2025).

