Gapmmi: Bahan Baku Terigu dan Gula untuk Industri Makanan Minuman Masih Impor 100%
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minumam Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman menyebut pelaku industri sektor makanan dan minuman masih terkendala dengan ketersediaan bahan baku untuk makanan dan minuman (mamin) lokal.
Pasalnya, menurut Adhi masih banyak bahan baku untuk industri makanan dan minuman masih bergantung pada impor. Di antaranya adalah tepung terigu, gula, garam, kedelai, dan bahkan baku susu yang bakal digunakan untuk program susu gratis pada pemerintahan mendatang.
Baca Juga
Rupiah Anjlok, Beban Impor Bahan Baku Industri Makanan Minuman Bisa Capai Rp 500 Triliun
"Ini masih menjadi PR besar kita, industri mamin masih banyak bergantung impor. Kalau bahan baku utama seperti terigu pasti 100% impor, karena kita enggak punya gandum," ucap Adhi saat konferensi pers Food Ingredients Asia, Senin (22/7/2024).
"Gula juga untuk makanan dan minuman 100% karena kita masih kurang, untuk produksi lokal itu untuk konsumsi masih kurang. Garam kira-kira 70%, kedelai 70%, susu yang diperlukan untuk minum susu gratis 80% bahan bakunya masih impor," tambahnya.
Baca Juga
Rupiah Anjlok, Beban Impor Bahan Baku Industri Makanan Minuman Bisa Capai Rp 500 Triliun
Tak hanya bahan baku utama, Adhi pun mengungkapkan bahwa bahan-bahan atau ingredients, seperti bahan baku, bahan tambahan hingga penolong untuk memproduksi pangan yang juga bergantung pada luar negeri atau impor.
Adhi menyebutkan, sejumlah bahan-bahan yang masih memerlukan impor di antaranya adalah perisa atau flavour, bahan pengawet hingga pengatur asam. Kondisi ini pun yang menjadi tantangan bagi industri makanan dan minuman.
"Kita masih kekurangan, inilah tantangan kita. Kita berharap setiap ingredient kami mengingatkan (pihak) luar negeri investasi di sini, supaya bisa lebih meningkatkan kebutuhan dari industri di dalam negeri yang cukup besar," tandas Adhi.

