Hashim Optimistis Ekonomi Bisa Tumbuh di Atas 8%
JAKARTA, investortrust.id- Utusan Khusus Presiden RI bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo optimistis pertumbuhan ekonomi dapat melewati 8%. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi yang lebih dari 8% itu tidak akan dicapai pada tahun ini.
“Harapan Pak Prabowo (Presiden Prabowo Subianto), saya, dan kawan-kawan dalam lingkaran presiden adalah melampaui, we want surpass 8%. 8% itu minimal,” kata Hashim saat di CNBC Indonesia Economic Outlook 2025, di Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Hashim meyakini capaian itu, dengan melihat sudah lebih dari empat bulan pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka berjalan dan memiliki program-program baru. Ini misalnya program makan bergizi gratis (MBG).
“Mungkin dicapainya bukan tahun ini. Tapi, sudah pasti tahun depan dan selanjutnya,” ujar dia.
Baca Juga
MBG Perlu Tambah Rp 100 Triliun
Ia menjelaskan, program pemerintah yang menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi tinggi adalah program makan bergizi gratis. Hashim menjelaskan, ide MBG muncul 18 tahun lalu karena melihat angka prevalensi stunting mencapai lebih dari 36,8%. Angka prevalensi stunting pada 2024 lalu masih sebesar 21,5% atau hanya berkurang 15,3 persen poin.
Untuk memaksimalkan program itu, Hashim mengatakan. MBG perlu didukung dengan tambahan anggaran sebesar Rp 100 triliun. Anggaran itu bisa didapatkan dari realokasi anggaran. Realokasi anggaran itu, lanjut dia, didasari efisiensi atas anggaran dalam APBN yang tidak dibutuhkan.
Baca Juga
Dengan tambahan anggaran itu, program MBG dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,99%. “Mungkin tahun depan kita tambah lagi dari Rp 171 triliun, bahkan sampai bisa ratusan triliun lebih. Ini akan menambah pertumbuhan ekonomi,” ujar dia.
Program MBG, menurut Hashim, menjadi real economy. Dengan adanya program ini, akan dibutuhkan 82 juta butir telur setiap hari, sayur-sayuran, daging ayam, susu, dan banyak hal lainnya.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan UMKM akan berperan sentral dalam program MBG. “Ini akan banyak dipasok oleh emak-emak di desa-desa. Tujuan Pak Prabowo adalah ratusan triliun rupiah itu nanti akan dibelanjakan di perdesaan,” kata dia.

