Membangun Jejaring Diaspora Indonesia, Memajukan Bangsa
Oleh Teguh Anantawikrama,
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia
Bidang Transformasi Tehnologi dan Digital
INVESTORTRUST.ID - Menjawab tagar kabur aja dulu yang ramai belakangan ini, saya melihat ada sisi lain cahaya terang dalam fenomena diaspora kita, termasuk pekerja migran yang menjadi rujukan tagar tersebut. Dalam banyak perjalanan ke luar negeri, saya sering bertemu dengan diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Mereka bukan sekadar perantau, tetapi juga pahlawan devisa dan duta bangsa. Mereka tidak hanya memiliki peran strategis dalam membangun citra positif Indonesia di dunia internasional, namun juga bisa menjadi pengungkit kemajuan bangsa.
Baca Juga
Organisasikan, Optimalkan Kontribusi
Sayangnya, peran besar mereka ini belum terorganisasi secara maksimal. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membangun jejaring diaspora yang kuat, menyamakan garis perjuangan, dan mengoptimalkan kontribusi bagi bangsa.
Beberapa poin penting diaspora kita antara lain:
1. Kontribusi Ekonomi
Berdasarkan data terbaru, jumlah diaspora Indonesia diperkirakan mencapai 6 hingga 9 juta orang, yang tersebar di berbagai negara. Salah satu kontribusi terbesar mereka adalah dalam bentuk pengiriman devisa, yang pada tahun 2022 mencapai US$ 9,71 miliar.
Jumlah ini menunjukkan bahwa diaspora Indonesia memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap perekonomian nasional. Ini baik melalui remitansi maupun investasi di sektor produktif di Indonesia.
Di sektor tenaga kerja, banyak diaspora Indonesia bekerja di bidang kesehatan, teknologi, pendidikan, hingga bisnis internasional. Mereka membawa pengalaman dan wawasan global, yang dapat membantu RI bersaing di pasar dunia.
Namun, hingga saat ini, banyak dari mereka masih berjuang sendiri, tanpa ada koordinasi atau dukungan maksimal dari pemerintah maupun organisasi terkait di Tanah Air.
2. Peran dalam Transfer Ilmu dan Teknologi
Selain kontribusi ekonomi, diaspora Indonesia juga berperan penting dalam transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu contoh nyata adalah program Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD), di mana ilmuwan diaspora berkolaborasi dengan akademisi lokal untuk meningkatkan kualitas riset dan pendidikan di Indonesia.
Pada tahun 2018, 47 ilmuwan diaspora bekerja sama dengan 55 perguruan tinggi di Indonesia, untuk mengembangkan penelitian dan inovasi di berbagai bidang.
Baca Juga
Melalui kolaborasi ini, banyak riset bisa berkembang lebih cepat, karena akses ke jaringan internasional yang dimiliki oleh diaspora. Dengan keterlibatan mereka, universitas-universitas di Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya dalam bidang riset dan inovasi teknologi.
Langkah ini merupakan salah satu bentuk nyata bahwa diaspora bukan sekadar bagian dari komunitas luar negeri, tetapi juga bagian dari solusi dalam memajukan bangsa.
Strategi Membangun Jejaring Diaspora yang Kuat
Agar peran diaspora dapat lebih maksimal, diperlukan strategi yang jelas dan terstruktur dalam membangun jejaring diaspora Indonesia. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:
1. Membentuk Forum Diaspora Global
Organisasi yang menghubungkan diaspora di berbagai negara dengan Indonesia perlu diperkuat. Forum ini bisa menjadi wadah bagi mereka untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya Nusantara.
2. Menyamakan Garis Perjuangan
Diaspora perlu memiliki visi yang sama dalam membangun Indonesia. Program-program yang menghubungkan mereka dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kreatif, serta sektor pendidikan perlu terus dikembangkan.
3. Mendorong Kebijakan yang Mendukung Diaspora
Pemerintah perlu memberikan insentif bagi diaspora yang ingin berinvestasi di Indonesia. Selain itu, penerbitan visa diaspora juga bisa menjadi solusi untuk mempermudah keterlibatan mereka dalam berbagai proyek pembangunan di negeri sendiri.
4. Kolaborasi dengan Akademisi dan Swasta
Dengan melibatkan diaspora dalam penelitian dan inovasi, kita bisa mempercepat pengembangan industri berbasis teknologi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan di dalam negeri juga bisa menjalin kerja sama dengan diaspora untuk membuka akses ke pasar global.
Kesimpulan
Diaspora Indonesia adalah aset bangsa yang sangat berharga. Mereka memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta memperluas jejaring internasional bagi Indonesia. Dengan membangun jejaring yang kuat, menyatukan visi perjuangan, dan menciptakan wadah kolaborasi yang konkret, kita dapat mengoptimalkan potensi untuk pengembangan kompetensi, jejaring, dan bisnis mereka maupun kemajuan bangsa.
Saatnya kita melihat diaspora bukan hanya sebagai individu yang 'terpaksa' bekerja di luar negeri, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing di kancah global. Saya yakin, jika kita bersatu dan bekerja sama, diaspora RI dapat menjadi kekuatan besar dalam membawa Indonesia ke tingkat lebih tinggi, menjadi pemenang di berbagai belahan dunia. ***

