Amartha & Unilever Sinergikan Jejaring Usaha Mikro Perempuan dengan Jejaring Bank Sampah
JAKARTA, investortrust.id - Amartha Fintech dan Unilever Indonesia kolaborasikan mensinergikan jejaring usaha mikro perempuan dengan jejaring bank sampah berbasis komunitas. Kerjasama ini bertujuan mendorong pengelolaan sampah plastik secara produktif dan ekonomis
Sinergi ini bertolak dari keprihatinan melihat timbunan sampah plastik yang tidak dikelola secara bijak. Berdasarkan estimasi United Nations Environment Programme (UNEP), peningkatan volume sampah plastik yang mengalir ke lautan meningkat tiga kali lipat dalam 20 tahun ke depan. Itu artinya, pada 2040, aka ada 23-37 juta metrik ton sampah plastic yang mengalir ke laut.
Head of Sustainability and Impact Amartha, Katrina Inandia mengatakan,melalui pilar Amartha Lestari, Amartha mewujudkan keseimbangan pertumbuhan bisnis secara jangka panjang dengan komitmen untuk mendukung pelestarian lingkungan.
“Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan akar rumput lewat program bank sampah, di mana masyarakat dapat memperoleh pendapatan tambahan dari hasil daur ulang sampah plastik,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, program ini dilaksanakan di wilayah Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten. Program ini melibatkan mitra usaha kecil dan mikro Amartha.
Baca Juga
Kolaborasi Amartha dan Jejakin Tanam 1.000 Mangrove di Demak
Lokasi ini dipilih dengan target membatasi aliran sampah plastik masuk ke laut melalui Pantai Tanjung Burung. Selama ini Teluknaga memiliki masalah serius terkait sampah. Salah satu pantainya bahkan disebut sebagai “Pantai Sampah” yang selama 15 tahun terakhir miliki tinggi tumpukan sampah hingga tiga meter.
Kolaborasi Amartha dan Unilever Indonesia dimulai dari sosialisasi kepada masyarakat yang merupakan jejaring bisnis kecil dan mikro Amartha. Selanjutnya dibentuk bank sampah perempuan mikro, hingga menargetkan 25 bank sampah beroperasional di wilayah Teluknaga di akhir tahun.
Head of Sustainable Environment Unilever Indonesia Foundation, Maya Tamimi, menyampaikan pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan Amartha. Pemberdayaan Bank Sampah telah menjadi perhatian Unilever Indonesia sejak tahun 2008.
“Kami percaya bahwa kehadiran Bank Sampah memiliki manfaat yang besar sekali bagi masyarakat, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga kesehatan dan ekonomi,” ujarnya.
Baca Juga
Laba dan Harga Saham Unilever (UNVR) Turun Beruntun dalam Lima Tahun
Bagi Unilever, Bank Sampah memegang peran krusial dalam mendorong terciptanya pengelolaan sampah yang baik dan terintegrasi dari level rumah tangga. Itu sebabnya, hingga saat ini Unilever telah membina 4.000 Bank Sampah di 50 kabupaten/kota dan 11 provinsi di Indonesia.
Pada tahun 2022, Unilever Indonesia telah berhasil menumpulkan dan memproses sampah sebanyak lebih dari 62.360 ton. Sebanyak 28.633 ton di antanya dikumpulkan dari Bank Sampah Binaan Unilever Indonesia dan jaringannya.
Kolaborasi dengan Amartha merupakan upaya bersama untuk memperluas jejaring bank sampah berbasis komunitas di Indonesia. Kemitraan ini diharapkan bisa mendorong terciptanya lingkungan yang lestari, dan bersih dari sampah.
Baca Juga
Inilah Pesan Mantan Presdir Unilever (UNVR) ke Benjie, Sang Suksesor

