Didorong Sentimen Global, Rupiah Ditutup Menguat Jumat
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan Jumat (21/02/2025), jelang akhir pekan. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat mata uang Garuda menguat 44 poin (0,26%) ke level Rp 16.300 per dolar AS, dari hari sebelumnya di posisi Rp 16.344 per dolar AS.
Di perdagangan di pasar spot valas, Yahoo Finance mendata, mata uang rupiah bergerak menguat 24 poin (0,15%) ke level Rp 16.300 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan kemarin, rupiah berada di level Rp 16.324 per dolar AS.
Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, pergerakan mata uang rupiah ini berada di tengah ketidakpastian yang berlanjut mengenai tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump. Trump kembali mengancam pengenaan tarif impor 25% untuk mobil, farmasi, semikonduktor, dan kayu minggu ini. Presiden mengatakan tarif tersebut dapat diberlakukan paling cepat pada awal April.
"Trump juga mengancam tarif timbal balik terhadap mitra dagang utama AS, yang meningkatkan kekhawatiran atas perang dagang global," kata Ibrahim dalam keterangan di Jakarta, Jumat (21/02/2025).
Baca Juga
Sentimen lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy awal minggu ini sangat marah dengan langkah-langkah AS dan Rusia untuk merundingkan kesepakatan damai tanpa Kyiv, dan komentar Presiden Trump yang menyalahkan Ukraina karena memulai konflik tiga tahun dengan Moskow. Namun, setelah pertemuan dengan utusan Trump untuk konflik Ukraina pada hari Kamis, Zelenskiy mengatakan Ukraina siap bekerja cepat untuk menghasilkan kesepakatan yang kuat tentang investasi dan keamanan dengan Amerika Serikat.
"Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada Bloomberg Television pada hari Kamis bahwa Rusia dapat memperoleh keringanan dari sanksi AS, berdasarkan kesediaannya untuk berunding guna mengakhiri perangnya di Ukraina," ujar Ibrahim.
Baca Juga
Berapa Keuntungan Investasi di AS, Mengapa Asing Net Sell Saham dan SBN?
Dari pasar Asia, bank sentral Cina berjanji pada hari Kamis untuk memberikan dukungan keuangan yang kuat, berupa stimulus. Ini untuk mendorong pengembangan ekonomi swasta yang sehat dan pertumbuhan perusahaan swasta, sehingga berdampak positif terhadap semua harga komoditas.

