Gubernur BI Dukung Program 3 Juta Rumah dengan Beri Insentif Likuiditas
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bank sentral akan mendukung program 3 juta rumah lewat penerapan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).
“Rapat Dewan Gubernur (RDG) memutuskan untuk menambah kebijakan insentif likuiditas itu dari semula 4% menjadi 5% dari dana pihak ketiga (DPK)” ujar Perry, di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Perry mengatakan salah satu insentif KLM tersebut yaitu ke program perumahan. Untuk mendukung sektor ini, BI akan menaikkan secara bertahap dana insentif yang semula sebesar Rp 23,19 triliun menjadi Rp 80 triliun. Meski demikian, penggunaan insentif ini menunggu hasil kajian tim teknis yang akan diumumkan besok, Kamis (20/2/2025).
Selain insentif pendanaan untuk sektor perumahan, Perry menjelaskan bahwa BI telah mengkaji dukungan insentif untuk sektor lain semisal hilirisasi industri dan pertanian. Dikatakannya, BI akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju pertumbuhan 8%.
Baca Juga
Menteri Ara Cs Bakal Susun Rencana Pembiayaan Program 3 Juta Rumah Besok
“Kami yakin bahwa program-program Asta Cita ini akan secara bertahap meningkatkan pertumbuhan kita sampai ke 8%” ujar dia.
Sebelumnya dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Perry menjelaskan bahwa langkah memberikan insentif likuiditas dilakukan untuk mendorong kredit perbankan ke sektor riil.
Dia berharap insentif ini dapat dimanfaatkan perbankan untuk mengucurkan kredit. “Dan itulah kenapa kami perkuat, dengan kerja sama dan koordinasi dengan pemerintah. Salah satunya yang sekarang kami dukung, Bapak Menteri Perumahan,” ucap dia.

