Januari Deflasi, Ekonom Sebut Ada Ruang Penurunan Bunga di RDG BI
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro memberikan prediksi soal keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) periode 18-19 Februari 2025. Ia menyebut saat ini ada ruang bagi Bank Sentral untuk kembali memutuskan penurunan suku bunga acuan atau BI Rate, dari level 5,75%, usai terjadi deflasi Januari lalu.
"Kami perkirakan BI akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps)," katanya kepada Investortrust, Jakarta, Selasa (18/02/2025).
Baca Juga
SUN Beri Yield hingga 7,14%, Pemerintah Tarik Utang Rp 30 Triliun
Ia berujar pergerakan nilai tukar rupiah serta rendahnya inflasi menjadi alasan tersedianya ruang bagi BI untuk kembali memangkas suku bunga acuan. Rupiah relatif stabil.
"Adanya ruang bagi BI memangkas suku bunga lantaran pergerakan nilai tukar rupiah yang stabil. Inflasi juga rendah," sebutnya.
Sementara itu, RDG BI periode 14-15 Januari 2025 memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Keputusan itu disampaikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Gedung Thamrin, Kantor BI.
"Berdasarkan asesmen menyeluruh dan proyeksi mengenai perekonomian di global maupun nasional, Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%," kata Perry saat itu.
Baca Juga
Mendefinisikan Ulang Pembangunan Ekonomi, Tantangan Ekspor untuk Memacu Pertumbuhan
Selain memangkas BI Rate di level 5,75%, Dewan Gubernur BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga depost facility dan suku bunga lending facility. Perry mengatakan RDG BI periode Januari memutuskan untuk menurunkan suku bunga deposit facility 25 bps ke level 5%. Suku bunga lending facility juga turun 25 bps menjadi 6,75%.
Balik Arah, Januari Deflasi 0,76%
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada Januari 2025 terjadi deflasi 0,76% secara bulanan. Hal ini berbalik arah dari Desember 2024 yang terjadi inflasi 0,44% secara bulanan.
“Terjadi deflasi di Januari 2025, berbeda dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun 2024 yang mengalami inflasi. Deflasi secara bulanan pada Januari 2025 terjadi karena turunnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,8 pada Desember 2024 menjadi 105,99 pada Januari,” kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, di Kantor BPS, Jakarta, Senin (03/02/2025).
BPS mencatat, inflasi secara tahunan tercatat sebesar 0,76%. Sedangkan secara tahun kalender terjadi deflasi 0,76%.
“Pada Januari 2025, angka deflasi secara bulanan dan tahun kalender akan sama karena pembandingnya sama, yaitu bulan Desember 2024,” kata Amalia.

