Ketua Komisi II DPR Sarankan K/L Mitra Pangkas Karyawan Bukan Pokok
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda menyarakan kementerian/lembaga (K/L) yang menjadi mitranya untuk memangkas karyawan bukan pokok, untuk mengoptimalisasi program kerja yang disiapkan. Usulan ini muncul karena dia mendengar ada mitra yang mengeluh tentang efisiensi anggaran akan membuat lembaga tersebut kesulitan membayar supir dan office boy (OB).
“Ya dalam hati saya, ‘ya dikurangilah OB sama driver-nya karena itu menurut saya tidak pokok,” kata Rifqi, di Komisi II, DPR, Jakarta, Rabu (12/2/2025).
Rifqi menyontohkan, Ombudsman yang mengalami kekurangan anggaran perlu memfokuskan ketersediaan anggaran untuk investigasi. Jika terdapat kekurangan, anggaran investigasi yang biasanya mencapai Rp 10 juta dapat dipangkas menjadi Rp 5 juta dengan menambahkan pendekatan Informasi Teknologi (IT).
Baca Juga
Ada Efisiensi Anggaran, Kemenpan-RB Atur Ulang Penempatan ASN di IKN
“Makanya dari itu, saya kira butuh kreativitas kita bersama,” ucap dia.
Rifqi menjelaskan, efisiensi anggaran yang dilakukan dengan rekonstruksi tidak menyentuh belanja pegawai. “Jadi kekhawatiran yang terlalu berlebihan, terkait dengan tidak mungkinnya dibayarkan belanja pegawai,” ujar dia.
Rifqi menyadari masalah yang terjadi yaitu adalah pegawai non-asn di pemerintahan yang tidak terdata. Ini akan menjadi masalah karena ditemukan di beberapa daerah.
“Tapi, hal ini secara substantif akan kita bahas dengan Bu Menteri PAN RB dan seluruh jajaran Kepala BKN,” kata dia.
Komisi II berharap K/L yang mengalami kekurangan anggaran dapat membicarakan secara baik di forum rapat. Dengan begitu, program di tiap K/L dapat disusun dan pelayanan publik dapat berjalan sesuai fungsi dan tugas pokoknya.

