Serap 3 Juta Ton Beras dari Petani, Bos Bulog Beberkan Strategi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Wahyu Suparyono menyiapkan strategi untuk bisa menyerap 3 juta ton gabah setara beras sesuai dengan penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Hal itu diungkapkan saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR.
Wahyu menyebutkan, strategi pertama adalah mengoptimalkan pengadaan gabah atau beras di kantor wilayah atau kanwil dan kantor cabang melalui sinergi dengan petani, kelompok tani atau poktan dan bekerja sama dengan mitra Makloon serta beberapa asosiasi.
Baca Juga
Jelang Ramadan, Bapanas Ungk Stok Beras Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir
“Perum Bulog menerjunkan personil ke lapangan untuk optimalisasi penyerapan gabah atau beras melalui tim jemput gabah bekerjasama dengan Tim Liaison Officer,” ucap Wahyu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Selain itu, Perum Bulog membentuk posko pengadaan di kantor wilayah dan cabang guna mempermudah koordinasi antara Bulog dengan petani, kelompok tani, dan gabungan kelompok tani. Sedangkan dalam penerapannya, perseroan akan melibatkan TNI-Polri di lapangan.
“Pelaksanaan Serap Gabah Petani dengan melibatkan jajaran TNI-Polri di lapangan sebagai bentuk extra ordinary effort,” terangnya.
Baca Juga
Bulog Dapat Tambahan Anggaran Rp 16,6 Triliun Buat Serap 3 Juta Ton Beras
Tak sampai di situ, Wahyu mengatakan, Perum Bulog telah menjalin kerja sama dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), Kementerian Pertanian (Kementan) dan Asisten Teritorial Kasad guna memasok 2,1 juga ton setara beras di sejumlah wilayah di Tanah Air.
"Yang ditandatangani pada tanggal 30 Januari 2025. Kerja sama ini, Perpadi berkomitmen memasok 2,1 juta ton setara beras di 16 wilayah dengan kontribusi terbesar berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, sebanyak 500 ribu ton," papar Wahyu.

