DPR Minta Pelabuhan Pelindo Bisa Bersaing dengan Negara Lain
JAKARTA, investortrust.id – Komisi V DPR meminta BUMN Pelindo bisa bersaing dengan pelabuhan negara-negara lain, seperti Singapura. Selain itu, Kementerian Perhubungan diminta untuk memaksimalkan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), melalui optimalisasi tata kelola badan usaha pelabuhan.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Danang Wicaksana Sulistya mengatakan pentingnya optimalisasi tata kelola badan usaha pelabuhan, guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan pendapatan negara. "Potensi PNBP dari sektor kepelabuhanan sangat besar, dan ini harus dimanfaatkan secara maksimal agar memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional," ujarnya dalam keterangan usai Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (03/02/2025).
Kunjungan ini cukup menarik perhatian, karena dibayangi oleh persoalan kemaritiman termasuk pagar laut ilegal yang kasusnya melebar menyangkut berbagai pihak.
Kunjungan ini cukup menarik perhatian, karena dibayangi oleh persoalan kemaritiman termasuk pagar laut ilegal yang kasusnya melebar menyangkut berbagai pihak.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI membahas berbagai aspek terkait pengawasan terhadap infrastruktur transportasi laut, kepelabuhanan, serta efektivitas operasional Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan ini yang merupakan salah satu yang tersibuk di Indonesia.
Komisi V DPR RI juga melakukan peninjauan langsung terhadap kelengkapan dan kualitas sarana dan prasarana serta sumber daya manusia untuk mendukung operasional pelabuhan. Selain itu, DPR menyoroti pentingnya peningkatan layanan dan fasilitas di Pelabuhan Tanjung Priok, agar dapat bersaing dengan pelabuhan internasional lainnya.
"Evaluasi terhadap operasional pelabuhan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sistem berjalan dengan baik dan mendukung kelancaran arus logistik nasional. Kunjungan kerja kami ini juga mendorong langkah-langkah konkret dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing Pelabuhan Tanjung Priok, serta memastikan bahwa setiap aspek pengelolaan pelabuhan berjalan sesuai dengan regulasi dan standar yang ditetapkan," ujar Danang.
"Evaluasi terhadap operasional pelabuhan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sistem berjalan dengan baik dan mendukung kelancaran arus logistik nasional. Kunjungan kerja kami ini juga mendorong langkah-langkah konkret dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing Pelabuhan Tanjung Priok, serta memastikan bahwa setiap aspek pengelolaan pelabuhan berjalan sesuai dengan regulasi dan standar yang ditetapkan," ujar Danang.
Turut dalam kunjungan tersebut adalah Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt Antoni Arif Priadi, Dirut Pelindo Arif Suhartono, Dirut PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Ade Hartono, dan stakeholder lainnya. Mereka melihat dan mendiskusikan peningkatan sarana prasana, pelayanan, dan kepatuhan hukum di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.
Berdasarkan laporan Container Port Performance Index (CPPI) 2023 yang dirilis oleh Bank Dunia dan S&P Global Market Intelligence pada 2024, Tanjung Priok menempati peringkat ke-23 dari total 405 pelabuhan yang dinilai oleh kedua lembaga tersebut. Pelabuhan kontainer Indonesia ini kinerjanya masih berada di bawah Malaysia dan Singapura untuk wilayah Asia Tenggara.

