Lagi, Rupiah Ditutup Menguat terhadap Dolar
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah kembali melanjutkan tren positif dengan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada Kamis (23/1/2025). Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat, mata uang Garuda menguat 51 poin (0,31%) ke level Rp 16.276 per dolar AS. Kemarin, rupiah juga ditutup menguat pada posisi Rp 16.327 per dolar AS.
Pada perdagangan Kamis (23/1/2025) hari ini, Yahoo Finance juga mencatat rupiah menguat tipis 4 poin (0,02%) ke level Rp 16.275 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan kemarin, rupiah menguat ke posisi Rp 16.279 per dolar AS.
Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, setelah pelantikannya pada hari Senin waktu AS, Trump mengisyaratkan rencana untuk mengenakan tarif 10% atas impor Cina mulai 1 Februari dan memperingatkan potensi pungutan pada Uni Eropa. "Selain itu, Trump akan menambahkan tarif baru pada ancaman sanksi terhadap Rusia, jika negara itu tidak membuat kesepakatan untuk mengakhiri perangnya di Ukraina. Trump menambahkan ini dapat diterapkan juga ke 'negara-negara peserta lainnya'," kata Ibrahim dalam keterangan di Jakarta, Kamis (23/1/2025).
Baca Juga
Bunga Surat Utang Indonesia Tertinggi di Kawasan, 2 Kali Filipina
Tarif 25% ke Kanada
Selain akan mengenakan tarif kepada Uni Eropa dan sedang membahas bea masuk sebesar 10% terhadap Tiongkok karena fentanil dikirim ke AS dari sana, Trump akan mengenakan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko. Ia juga mengatakan pemerintahannya, pada hari Senin, mengumumkan keadaan darurat energi nasional.
Hal itu dimaksudkan untuk memberinya kewenangan untuk mengurangi pembatasan lingkungan pada infrastruktur dan proyek energi, serta mempermudah perizinan untuk infrastruktur transmisi dan jaringan pipa baru. Meski demikian, beberapa analis tetap skeptis terhadap laju peningkatan produksi minyak dalam waktu dekat.

