Bagikan

Menu Makan Bergizi Gratis Jadi Sorotan, Ini Anggaran Asli per Porsi dari Pemerintah

JAKARTA, investortrust.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan menu satu porsi makan bergizi gratis (MBG) dianggarkan sebesar Rp 10.000- Rp 15.000. Untuk itu pemerintah memberi anggaran Rp 71 triliun dalam APBN untuk program ini di tahun 2025 dengan menargetkan 17,8 juta orang penerima manfaat.

Staf Khusus Badan Gizi Nasional Redy Hendra menyebutkan, berdasarkan uji coba, anggaran Rp 15.000 per porsi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Bahkan, angka Rp 15.000 tersebut sudah termasuk biaya operasional.

“Pada saat uji coba yang kami lakukan selama satu tahun, Rp 15.000 itu sudah termasuk biaya operasional, seperti biaya pengiriman dan sebagainya. Jadi itu in total menjadi Rp 15.000. Tapi kalau Rp 10.000 itu hanya bahan bakunya saja,” ungkap Redy dalam Focus Group Discussion tentang program Makan Bergizi Gratis yang digelar Investortrust, Rabu (22/1/2025).

Redy menegaskan, yang paling penting dari program MBG ini adalah terpenuhinya kebutuhan gizi siswa. Sehingga  di dalam setiap menu makanan harus terdapat protein, karbohidrat, kalori, mineral, sayuran, dan buah.

Baca Juga

UMKM Disebut Dapat Tingkatkan Kualitas MBG 

Sementara itu untuk susu tidak diwajibkan, meskipun hal itu tercantum di dalam petunjuk teknis. Hal ini tak lepas dari mahalnya harga susu di beberapa wilayah tertentu.

Policy (kebijakan) yang dilakukan sekarang, susu hanya untuk daerah-daerah yang penghasil susu, karena memang mahal,” ungkap dia.

Program MBG ini telah dimulai  Senin (6/1/2025). Sejauh ini, pilihan menu makanan dalam program tersebut  menjadi sorotan masyarakat. Menanggapi hal ini, BGN menyebut bahwa pilihan menu disesuaikan oleh masing-masing wilayah.

“Jadi setiap daerah punya kekhasan masing-masing juga menunya. Kalau misalnya di Timur mungkin karena banyak ikan, sehingga menunya ikan. Anak-anak lebih suka ikan. Di Jawa, ayam ya ayam. Jadi semua menu itu disesuaikan dengan pangan lokalnya sendiri,” terang Redy.

Terkait dengan pilihan menu makanan ini, Redy mengatakan bahwa BGN tidak memberi acuan khusus. Menurutnya, yang terpenting adalah kebutuhan gizi para siswa dapat terpenuhi.

“Kita punya panduan terkait dengan standar gizi. Itu yang tidak boleh diubah-ubah. Jadi standar gizinya ini, dan itu harus dipenuhi proteinnya berapa gram, karbohidratnya berapa. Panduannya lebih ke sana. Kalau kombinasi menu itu disesuaikan secara lokal,” ucap dia.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024