UMKM Disebut Dapat Tingkatkan Kualitas MBG
JAKARTA, investortrust.id - Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat meningkatkan kualitas dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berlangsung. Positifnya lagi, mereka tidak hanya berperan sebagai produsen, tapi masuk dalam rantai pasokan pangan nasional.
Staf Ahli Bidang Usaha Rintisan dan Ekonomi Digital Kementerian UMKM, Yulius mengakui bahwa peran dari pelaku UMKM lokal dapat menutupi beberapa kekurangan dari pelaksanaan program MBG yang sudah berjalan sejak awal tahun 2025. Selain dapat memperkuat ekonomi UMKM, langkah ini juga dapat meningkatkan kualitas makanan dari MBG.
"Dari Kementerian UMKM kita ingin barang-barang yang dihasilkan juga berkualitas. Lewat UMKM ini juga kita akan lebih mudah lakukan pengawasan, jangan sampai nanti ada keluhan dari masyarakat dari barang-barang yang dihasilkan, ada yang sakit perut, atau sakit," ungkap Yulius di kantor Investortrust.id, Rabu (22/1/2025).
Staf Ahli Bidang Usaha Rintisan dan Ekonomi Digital Kementerian UMKM, Yulius mengakui bahwa peran dari pelaku UMKM lokal dapat menutupi beberapa kekurangan dari pelaksanaan program MBG yang sudah berjalan sejak awal tahun 2025. Selain dapat memperkuat ekonomi UMKM, langkah ini juga dapat meningkatkan kualitas makanan dari MBG.
"Dari Kementerian UMKM kita ingin barang-barang yang dihasilkan juga berkualitas. Lewat UMKM ini juga kita akan lebih mudah lakukan pengawasan, jangan sampai nanti ada keluhan dari masyarakat dari barang-barang yang dihasilkan, ada yang sakit perut, atau sakit," ungkap Yulius di kantor Investortrust.id, Rabu (22/1/2025).
Di sisi lain, dirinya menyebut kolaborasi antara UMKM dan pemerintah tidak hanya meningkatkan kualitas gizi bagi penerima manfaat saja, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
"Dengan dana yang ada, tentunya tidak hanya menyasar penerima manfaat tapi juga untuk UMKM, harusnya begitu, kan." tambah Yulius.
Sejalan dengan hal itu, Kementerian UMKM juga mendorong para pelaku UMKM untuk aktif dan terlibat untuk menyukseskan program MBG.
"Banyak mereka yang tergerak, oleh sebab itu mereka harus diajak. Harapannya ini akan memberikan keberadilan dalam pengelolaan dana MBG, jangan ada monopoli," harap Julius.
Dia menekankan keterlibatan UMKM diharapkan menjadikan pengawas yang dapat meningkatkan kualitas dari MBG. Pasalnya hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat dan menciptakan solusi inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kementerian UMKM juga sangat terbuka untuk melakukan pembinaan kepada para UMKM agar bisa terlibat dalam program MBG. Selain memberikan bantuan skema pembiayaan lewat Badan Gizi Nasional (BGN), pembinaan ini turut memudahkan dalam soal pemantauan bahan baku yang didistribusikan. (C-13)

