Bank Dunia: Tarif Impor AS ke Negara Mitra Akan Tekan Pertumbuhan Ekonomi Global 0,2%
JAKARTA, investortrust.id - Bank Dunia menyebutkan, rencana Presiden terpilih AS Donald Trump mengenakan tarif impor 10% terhadap seluruh negara mitra dagangnya akan mengurangi pertumbuhan ekonomi global 2025 sebesar 0,2%.
“Perhitungan ini dilakukan dengan asumsi tidak ada tindakan pembalasan,” tulis Bank Dunia dalam laporan berjudul Global Economic Prospect edisi Januari 2025, dikutip Senin (20/1/2025).
Bank Dunia menyebut, jika pengenaan tarif balasan dilakukan negara mitra dagang ke AS, pertumbuhan global diproyeksi lebih rendah lagi. Penurunan pertumbuhan ekonomi global akan turun hingga 0,3% pada 2025. Sementara itu, pertumbuhan negara berkembang akan terkoreksi 0,2%.
Baca Juga
Bank Dunia menyebut, perpanjangan ketentuan pajak di AS yang berakhir tahun ini akan menghasilkan ekspansi fiskal dan pertumbuhan jangka pendek lebih kuat. Bank Dunia memproyeksikan, transmisi kebijakan ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 0,4% pada 2026.
Prospek pertumbuhan ekonomi global diselimuti ketidakpastian yang condong ke arah negatif. Pertumbuhan ekonomi dunia bisa lebih lemah dari perubahan kebijakan perdagangan dan ketidakpastian yang meningkat.
Selain itu, ketegangan geopolitik dan eskalasi konflik Rusia ke Ukraina dan Timur Tengah dapat menjadi hambatan perdagangan global dan pasar komoditas. Kondisi ini akan menghambat pertumbuhan global. “Bagi negara berkembang yang terdampak, konflik dapat menghambat berbagai tujuan pembangunan dan mengakibatkan kerugian besar dan jangka panjang,” tulis laporan tersebut.
Baca Juga
Pemerintah akan Teken Pinjaman Bank Dunia Rp 10,45 Triliun untuk Program Reforma Agraria
Bank Dunia memproyeksi, pertumbuhan ekonomi global akan mencapai 2,7% pada 2025. Angka ini di bawah proyeksi International Monetary Fund (IMF) sebesar 3,3%. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang diproyeksikan stagnan pada level 4,1%.
Bank Dunia menulis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat tumbuh ke level 5,1% pada 2025. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tetap optimistis dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan 5,2%.
Airlangga menyebut, peluang meningkatkan konsumsi domestik karena Ramadan dan Idulfitri pada Maret 2025. Optimisme lain, yaitu kebijakan pengelolaan devisa hasil ekspor. “Mudah-mudahan ini segera bisa kita luncurkan sehingga fundamental ketahanan ekonomi kita semakin kuat,” ujar Airlangga, Jumat (17/1/2025).

