Pemerintah akan Teken Pinjaman Bank Dunia Rp 10,45 Triliun untuk Program Reforma Agraria
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid mengungkapkan, pemerintah RI akan menandatangani perjanjian pinjaman lunak atau soft loan Bank Dunia senilai US$ 658 juta atau Rp 10,45 triliun (asumsi kurs Rp 15.874/USD) pada pekan depan.
''Soft loan US$ 658 juta sudah sampai tahap menanti tanda tangan Bu Menkeu (Sri Mulyani Indrawati). Kita sudah janjian akan bertemu dengan berbagai pihak, antara kita, Bank Dunia, Kemendagri, Bappenas sama Bu Menkeu dan Pak Wamenkeu,'' ungkap Nusron saat media gathering di Kantor ATR/BPN, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2024).
"Janjinya pekan ini tapi karena ada Pilkada belum sempat. Mungkin minggu depan, kita akan jadikan bahas masalah itu," sambung dia.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Menteri ATR/BPN periode 2024 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pihaknya sedang membidik pinjaman lunak dari Bank Dunia. Jumlah pinjaman tersebut mencapai US$ 635 juta atau Rp 10,3 triliun (asumsi kurs Rp 16.311/USD).
Sebelumnya, dalam rapat kerja evaluasi kinerja Kementerian ATR/BPN bersama Komisi II DPR, AHY menyampaikan bahwa Kementerian ATR/BPN telah memperoleh pinjaman lunak sebesar US$ 200 juta atau Rp 3,2 triliun dari Bank Dunia untuk program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
"Dalam lima tahun terakhir, kita mendapatkan pinjaman sebesar US$ 200 juta dari Bank Dunia untuk PTSL. Program ini dinilai berhasil oleh Bank Dunia," kata AHY dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024) lalu.
Dia melanjutkan, karena keberhasilan program PTSL dia sempat diundang untuk mewakili tidak hanya Indonesia, tetapi benua Asia untuk berbagi cerita kesuksesan PTSL. Undangan diperoleh AHY dalam agenda World Bank Conference di markas Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat.
Oleh sebab itu melihat apresiasi Bank Dunia, AHY mengatakan pihaknya saat ini sedang menegosiasikan pinjaman tambahan. AHY pun menuturkan, Bank Dunia kemungkinan besar bakal memberikan bantuan pinjaman lunak tersebut.
Dirinya meyakini, pinjaman lunak akan berguna mendorong upaya pemerintah mempercepat program PTSL dan mendorong kesuksesan program reforma agraria.
"Hasil negosiasi kami, insya Allah, Bank Dunia akan meningkatkan bantuan pinjaman lunak, dari US$ 200 juta menjadi US$ 635 juta. Dengan sistem dan mekanisme yang tepat, kami optimis bantuan ini akan semakin meningkatkan kesuksesan program reforma agraria," tutup AHY.

