Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Tembus Rp 420 Triliun, BPPKI: Kita Evaluasi
JAKARTA, Investortrust.id - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BPPIK) Aries Marsudiyanto mengomentari anggaran program Makan Bergizi Gratis yang baru saja dimulai pada awal tahun ini. Ia menyebut belanja masalah yang saat ini dilakukan oleh BPPKI, salah satunya untuk mengevaluasi anggaran MBG.
"Saya akan ke semua kementerian, besok saya juga akan ke (Kementerian) ESDM lagi beberapa kali, kemarin ke Kemenkeu, jadi kita periodik untuk belanja masalah," kata Aries Marsudiyanto usai menggelar rapat terbatas di kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (8/1/2025).
"Semuanya juga akan mengarah ke situ (perbaikan MBG), Prinsipnya semua kita perbaiki, evaluasi, pasti ada kekurangan dan kelebihan kan," kata Aries sembari bergegas meninggalkan awak media.
Program MBG merupakan program pertama dalam program hasil terbaik cepat (PHTC) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini didukung oleh alokasi anggaran sebesar Rp 71 triliun dari APBN 2025.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan jika anggaran tersebut sejatinya hanya cukup sampai Juni 2025. Angka tersebut diklaim belum mencakupi seluruh anak di Indonesia.
Oleh sebab itu, Zulhas menyebut bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) akan berencana meminta tambahan anggaran pada Juli nanti. Mereka ingin mengajukan tambahan sebesar Rp 140 triliun.
"Sekarang Rp 71 triliun sampai bulan Juni. Tapi Pak Prof. Dadan (Kepala BGN Dadan Hindayana) lagi berusaha, Bapak Menteri lagi berusaha. Nah kalau ditambah Rp140 triliun bulan Juli, maka seluruh anak akan dapat makan, berarti Rp 210 triliun," kata Zulhas pada rapat koordinasi terbatas bidang pangan Provinsi Jawa Timur, yang ditayangkan pada kanal YouTube KOMINFO MMC, Selasa (7/1/2025).
Jika pemerintah ingin menyasar seluruh anak, maka jika dari Januari-Desember pemerintah harus menggelontorkan anggaran sebesar Rp 420 triliun.
"Kalau full dari Januari sampai Desember, ya dikira-kira Rp420 lebih triliun. Bayangkan Pak, belanja makanan 420 triliun," katanya. (C-13)

