Puan Yakin Pemerintah Bakal Evaluasi dan Sempurnakan Makan Bergizi Gratis
JAKARTA, investortrust.id - Ketua DPR Puan Maharani memberikan tanggapan soal pelaksanaan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni makan bergizi gratis yang telah berjalan hampir sebulan. Puan menilai wajar apabila terdapat kekurangan lantaran program tersebut baru dimulai pada 6 Januari 2025 lalu.
Puan meyakini, pemerintah bakal terus mengevaluasi dan menyempurnakan agar program makan bergizi gratis dapat lebih optimal.
"Program ini kan memang masih baru, saya yakin pemerintah ini masih harus banyak melakukan evaluasi dan menyempurnakan jadi kita kasih kesempatan kepada pemerintah untuk mengevaluasi dan menyempurnakan," katanya saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2025).
Baca Juga
Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan di Bulan Ramadan 2025
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, terdapat hal-hal teknis yang perlu diperbaiki dan dioptimalkan pemerintah dalam mengeksekusi program makan bergizi gratis di lapangan. Namun demikian, Puan enggan memberikan penjelasan lebih detail soal kekurangan teknis yang perlu diperbaiki oleh pemerintah.
"Kita tetap kawal di DPR untuk pemerintah melakukan evaluasi-evaluasi sehingga nantinya akan memang betul-betul bermanfaat bagi masyarakat khususnya anak-anak," katany.
Diketahui salah satu persoalan yang dikeluhkan oleh publik terkait penyertaan modal awal bagi mitra program makan bergizi gratis dari sektor pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk mengatasi hal itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendorong pengusaha UMKM yang menjadi mitra program makan bergizi gratis diberikan kemudahan dalam mendapatkan modal pembiayaan awal.
Baca Juga
Program 3 Juta Rumah dan Makan Bergizi Gratis Jadi Peluang Bagi Industri Asuransi
Menurut Maman, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan 46 bank mitra termasuk perbankan BUMN seperti BNI, Mandiri, BRI dan BTN. Ia menjelaskan koordinasi tersebut tidak lain untuk memastikan adanya skema pendanaan yang memadai bagi UMKM.
"Dengan syarat mengantongi surat penunjukan dari Badan Gizi Nasional, bank akan menyediakan pembiayaan awal hingga Rp 500 juta untuk membantu UMKM membeli bahan baku," kata Maman dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (26/1/2025).

