Kepala BKF Mengungkap Pertumbuhan Ekonomi 2024 Jadi Lompatan 2025
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu mengungkapkan pertumbuhan ekonomi tahun 2024 dapat menjadi lompatan untuk 2025. Sedangkan pendorong ekonomi tahun lalu berasal dari sektor manufaktur.
“Kita lihat pada kuartal IV-2024 sudah mulai ada peluang untuk bisa memanfaatkan hasil dari investasi,” kata Febrio, usai konferensi pers APBN KiTa, Senin (7/1/2025).
Salah satu investasi penting dalam mendongkrak sektor manufaktur adalah hilirisasi ekosistem mobil listrik. Febrio menjelaskan bahwa investasi dari pabrik baterai mobil listrik telah menghasilkan ekspor.
Baca Juga
4 Asumsi Ekonomi Makro Meleset dari Target, Inflasi Terkendali
“Dan itu membuat, kuartal III-2024 pertumbuhan sektor manufaktur untuk elektronik itu sudah kelihatan membaik,” ucap dia.
Selain pertumbuhan ekonomi, Febrio menjelaskan hasil investasi berhasil menciptakan 4,78 juta tenaga kerja baru. Meski demikian, dia mengakui terdapat sektor yang mengalami penurunan tenaga kerja. “Memang ada satu atau dua sektor (yang tenaga kerjanya berkurang), seperti sektor tekstil dan pakaian,” kata dia.
Dia berharap dapat mengelola perekonomian pada 2025 dengan segala tantangannya. “Kita bersyukur bisa mempertahankan resiliensinya, bisa bertumbuh sekitar 5% untuk tahun ini dan ini menjadi modal masuk ke dalam global value chain yang semakin besar,” ucap dia.
Baca Juga
Investasi Diharapkan Naik 10% demi Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%
Dalam catatan Kementerian Keuangan, empat sektor yang menghasilkan lapangan kerja terbesar pada 2024 yaitu pertanian, perdagangan, jasa lainnya, dan industri pengolahan.
Sektor pertanian masih memegang kesempatan lapangan kerja terbesar dengan mempekerjakan 40,8 juta orang. Sementara itu, perdagangan dan jasa lainnya, masing-masing tercatat sebesar 27,3 juta orang dan 23,7 juta orang. Industri pengolahan disebut menyerap sekitar 20 juta orang pekerja.

