Cukai Tembakau dan DMO Bikin Sigaret Kretek dan Minyak Goreng Sumbang Inflasi di Desember Secara Tahunan
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Desember 2024 secara tahunan sebesar 1,57%. Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, inflasi pada Desember 2024 secara tahunan terdorong karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK). “Inflasi pada Desember 2024 secara tahunan 1,57% atau terjadi kenaikan IHK dari 105,15 pada Desember 2023, menjadi 106,8 pada Desember 2024,” kata Pudji, di Jakarta, Kamis (2/1/2025).
Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi tahunan ini didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 1,9% dan memberi andil 0,55%. Pudji mengatakan komoditas yang mendorong inflasi tahunan pada Desember 2024 yaitu sigaret kretek mesin dengan andil 0,13% dan minyak goreng dengan andil 0,11%.
Dua komoditas ini, sebagaimana dicatat BPS, mengalami kenaikan harga karena perubahan harga di pasar domestik akibat penyesuaian tarif cukai hasil tembakau sejak awal tahun dan domestic market obligation minyak goreng.
“Komoditas lain yang memberikan andil inflasi cukup besar adalah beras, kopi bubuk, bawang merah, ikan segar, daging ayam ras, dan bawang putih,” ujar dia.
Baca Juga
BPS Catat Inflasi Akibat Nataru 2024/2025 Masih Lebih Rendah dibanding Periode 2020-2022
Komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang juga memberikan andil cukup signifikan adalah emas perhiasan dan nasi dengan lauk. Dua komoditas ini masuk dalam jenis kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi sebesar 7,02% dengan andil 0,43%.
“Masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,35% dan 0,06%” kata dia.
Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok transportasi. Deflasi terjadi karena penyesuaian tarif angkutan udara pada Desember 2024.
Secara komponen, inflasi tahunan yang terjadi pada Desember 2024 didorong oleh komponen inti. Komponen ini mencatat mengalami inflasi sebesar 2,26% dan menyumbang inflasi pada Desember 2024 sebesar 1,44%. Komoditas yang memberikan andil inflasi pada Desember 2024 antara lain, emas perhiasan, minyak goreng, kopi bubuk, nasi dengan lauk, dan biaya sewa rumah.
Sementara itu, tekanan inflasi tahunan komponen yang diatur pemerintah menurun dari bulan sebelumnya. Komponen harga diatur pemerintah mencatatkan inflasi sebesar 0,56%, atau turun dari kondisi inflasi harga diatur pemerintah pada Desember 2023 yang sebesar 1,72%.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada Desember 2024 antara lain sigaret kretek mesin, sigaret kretek tangan, dan sigaret putih mesin.
Inflasi tahunan yang terjadi pada harga bergejolak pada Desember 2024 sebesar 0,12% dengan andil 0,02%. Inflasi tahunan pada komponen ini jauh menurun dibanding Desember 2023 yang tercatat 6,73%.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi harga bergejolak ini adalah beras, bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, dan telur ayam ras,” kata dia.
Berdasarkan sebarannya, terdapat 37 provinsi yang mengalami inflasi tahunan dan 1 provinsi mengalami deflasi. Satu provinsi yang mengalami deflasi secara tahunan yaitu Gorontalo. Provinsi ini mencatatkan deflasi -0,79%.
“Satu provinsi yang mencatat inflasi tertinggi yaitu Papua Pegunungan dengan inflasi sebesar 5,36% secara tahunan” ujar dia.

