BPS Catat Inflasi Akibat Nataru 2024/2025 Masih Lebih Rendah dibanding Periode 2020-2022
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan yang terjadi pada lima tahun terakhir berkorelasi dengan perayaan hari besar keagamaan nasional. Tingkat inflasi yang tinggi umumnya terjadi saat puasa dan Lebaran serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Meski begitu, inflasi yang terjadi pada Desember 2024 ini masih lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi bulanan pada Desember di periode 2020-2022.
“Pada momen Nataru 2024/205 terjadi inflasi 0,44% yang lebih tinggi dari Desember 2023. Tetapi, tidak setinggi inflasi pada 2020 hingga 2022,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini, Kamis (2/1/2025).
Baca Juga
Inflasi pada Desember 2020 tercatat sebesar 0,45% secara bulanan. Pada bulan Desember 2021, inflasi tercatat mencapai 0,57% secara bulanan, dan pada Desember 2022 tercatat sebesar 0,66% secara bulanan.
Pudji mengatakan setiap Desember kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi pada lima tahun terakhir. Pada Desember 2020, kelompok ini memiliki andil inflasi 0,38%. Sementara, pada 2021 dan 2022, kelompok ini memiliki andil inflasi masing-masing 0,41% dan 0,4%.
Baca Juga
Febrio: Kenaikan Tarif PPN 12% Diproyeksi Naikkan Inflasi 0,2%
BPS mencatat komoditas tarif angkutan udara menjadi peredam inflasi pada Desember 2024.
“Dengan andil deflasi 0,01%” ujar dia.
Sebelumnya, BPS melaporkan inflasi pada Desember 2024 tercatat sebesar 0,44% secara bulanan. Kondisi membuat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan.
“Dari 106,33 pada November 2024 menjadi 106,8 pada Desember 2024,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini, Kamis (2/1/2025).
Pudji mengatakan, inflasi secara tahunan tercatat sebesar 1,57% dan secara tahun kalender sebesar 1,57%.
“Pada Desember, angka year on year dan tahun kalender atau year to date akan sama karena pembandingnya sama yaitu Desember tahun lalu,” ujar dia.

