Bagikan

Inflasi Oktober 2025 Capai 0,28% Secara Bulanan, 2,86% Secara Tahunan  

JAKARTA, investortrust.id Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Oktober 2025 naik baik secara bulanan maupun tahunan. Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi tercatat sebesar 0,28%, sementara secara tahunan (year on year/yoy) mencapai 2,86%. Adapun inflasi tahun kalender (year to date/ytd) sebesar 2,1%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan kenaikan inflasi tersebut disebabkan oleh meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,74 pada September 2025 menjadi 109,04 pada Oktober 2025.

Baca Juga

 IHSG Sesi I Melesat 1,16%, Saham Emiten Prajogo Pendongkrak

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan, dengan inflasi 3,05% dan andil 0,21%. Kenaikan ini terutama didorong oleh emas perhiasan yang memberikan andil inflasi sebesar 0,21%.

Selain itu, beberapa komoditas pangan juga memberi kontribusi inflasi, antara lain cabai merah (andil 0,06%), telur ayam ras (andil 0,04%), dan daging ayam ras (andil 0,02%). Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi, yaitu bawang merah dan cabai rawit  masing-masing -0,03%.  Tomat (-0,02%), serta beras, kacang panjang, dan cabai hijau (-0,01%).

Baca Juga

BPS: Emas Jadi Penyumbang Inflasi 25 Bulan Berturut-turut

Secara tahunan, inflasi sebesar 2,86% dipengaruhi terutama oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 4,99% dan andil 1,43%. Komoditas pendorong utama tetap cabai merah. Selain itu, emas perhiasan yang masuk pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mendorong inflasi kelompok tersebut hingga 11,87% secara tahunan dengan andil 0,77%.

Pada komponen inflasi, yaitu inflasi inti tercatat 2,36% yoy, dipengaruhi oleh emas perhiasan, minyak goreng, dan kopi bubuk, dengan andil terbesar 1,52%. Administered price mengalami inflasi 1,45% yoy, dipengaruhi oleh tarif air minum PAM di 14 wilayah dan sigaret kretek mesin (SKM). Harga bergejolak naik tajam 6,59% yoy dengan andil 1,05%, terutama dari cabai merah, beras, bawang merah, dan daging ayam ras.

Secara wilayah, seluruh provinsi mencatat inflasi tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Sumatera Utara sebesar 4,97%, sedangkan inflasi terendah berada di Papua sebesar 0,53%.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024