BPH Migas Ungkap Penyebab Realisasi Penyaluran Pertalite 2024 Lebih Rendah dari Tahun Lalu
JAKARTA, investortrust.id - Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), yaitu Pertalite, periode Januari-November 2024 tercatat sebesar 27,33 juta KL atau baru mencapai 86% dari total kuota 31,70 juta KL.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati menyebutkan, penyerapan tersebut lebih rendah, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga
"Kalau (dibilang) rendah sih tidak, tapi memang berkurang dari tahun lalu. Itu pertama, tentu didukung pengawasan yang lebih ketat," kata Erika dalam acara BPH Migas Awards 2024, Jumat (13/12/2024) malam WIB.
Bukan hanya itu, Erika menerangkan, faktor lainnya adalah penggunaan QR Code. Pasalnya, saat ini pembelian BBM bersubsidi, seperti Solar dan Pertalite, wajib menggunakan QR Code dengan tujuan tepat sasaran. “Jadi asumsinya turun," ucap dia.
Baca Juga
Bahlil Rencanakan Stop Impor Solar jika Program B50 Berjalan
Kendati demikian, Erika meyakini bahwa di akhir tahun 2024 ini, penyerapan Pertalite akan berada di angka 90% ke atas atau tidak akan melebihi kuota yang ditetapkan. "Di atas 90% pasti mencapai, tapi tidak sampai 100%," sebut Erika.
Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan, penyaluran jenis BBM khusus penugasan (JBKP), yaitu Pertalite, hingga November 2024 mencapai 27,33 juta KL atau 86% dari total kuota 31,70 juta KL. Realisasi jenis BBM tertentu (JBT) alias solar telah menembus 16,61 juta KL atau 85% dari kuota 19,58 juta KL pada periode yang sama.
“Adapun jenis BBM umum (JBU) sebanyak 30,07 juta KL telah direalisasikan 85% dari kuota,” kata Yuliot dalam acara Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Awards 2024 di Jakarta, Jumat (13/12/2024) malam.

