Dolar Menguat, Paksa Rupiah Ditutup Merosot 34 Poin
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah dipaksa ditutup merosot pada perdagangan Kamis (12/12/2024) akibat dolar Amerika Serikat (AS) yang bergerak menguat. Jisdor Bank Indonesia (BI) merilis kurs rupiah melemah 34 poin ke level Rp 15.939/USD.
Sementara kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank dilansir Yahoo Finance, mata uang Garuda tergelincir 11 poin (0.07%) ke level Rp 15.920/USD. Adapun pada penutupan perdagangan sebelumnya Yahoo Finance merilis kurs rupiah ditutup dalam posisi Rp 15.909/USD.
Data inflasi indeks harga konsumen yang sejalan membuat para pedagang meningkatkan taruhan bahwa Fed akan memangkas suku bunga minggu depan. Pasar diperkirakan memperkirakan peluang 98% untuk pemangkasan 25 basis poin, menurut CME Fedwatch. Selain itu, para pedagang lebih menyukai dolar AS di tengah meningkatnya keraguan atas prospek jangka panjang inflasi dan suku bunga.
Baca Juga
Inflasi Inti AS Naik, Kurs Rupiah Kembali Dekati US$ 16.000/USD
"Pembacaan CPI hari Rabu menunjukkan inflasi pada level terkuatnya dalam tujuh bulan - sebuah tren yang diperkirakan akan membuat Fed berhati-hati atas pelonggaran moneter lebih lanjut," kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis, Kamis (12/12/2024).
Fokus sekarang adalah pada data indeks harga produsen yang akan dirilis pada hari Kamis, yang muncul beberapa hari sebelum pertemuan terakhir Fed untuk tahun ini. Prospek bank sentral terhadap suku bunga akan diawasi dengan ketat, di tengah meningkatnya taruhan bahwa bank sentral akan mengadopsi laju pelonggaran yang lebih lambat pada tahun 2025.
Selain itu, Ketegangan di Timur Tengah meningkat, setelah pasukan pemberontak Suriah menggulingkan pemerintah, awal minggu ini, dan menguasai Damaskus. Pemimpin pemberontak Suriah Ahmad al-Sharaa yang lebih dikenal sebagai Abu Mohammed al-Golani akan membubarkan pasukan keamanan rezim Bashar al-Assad yang digulingkan, katanya kepada Reuters dalam pernyataan tertulis pada hari Rabu.

